Jauh sebelum Mercedes-Benz punya mobil bertenaga ratusan tenaga kuda, ada satu kendaraan roda tiga yang jadi cikal bakal semuanya. Namanya Benz Patent-Motorwagen, dan mobil ini yang bikin Carl Benz dikenal sebagai salah satu bapak industri otomotif dunia.
Carl Benz mengajukan paten untuk kendaraannya pada 29 Januari 1886 di Jerman. Tanggal ini yang kemudian dianggap banyak sejarawan otomotif sebagai hari lahirnya mobil modern, meski sebelumnya sudah ada eksperimen kendaraan bertenaga uap oleh beberapa penemu lain. Bedanya, Patent-Motorwagen jadi kendaraan pertama yang dirancang dari awal untuk digerakkan mesin pembakaran internal, bukan hasil modifikasi kereta kuda.

Soal spesifikasi, jangan bayangkan performa seperti mobil sekarang. Mesinnya cuma single cylinder dengan kapasitas sekitar 954 cc, menghasilkan tenaga sekitar 0,75 hp saja. Kecepatan maksimalnya pun cuma sekitar 16 km per jam. Bentuknya juga masih roda tiga, belum roda empat seperti mobil pada umumnya, dengan rangka terbuka tanpa atap maupun bodi tertutup.
Justru yang bikin Patent-Motorwagen makin terkenal bukan Carl Benz sendiri, melainkan istrinya, Bertha Benz. Pada Agustus 1888, tanpa sepengetahuan suaminya, Bertha membawa kendaraan itu menempuh perjalanan sejauh sekitar 106 km dari Mannheim ke Pforzheim bersama dua anaknya. Perjalanan itu tercatat sebagai road trip jarak jauh pertama menggunakan mobil bermesin pembakaran internal, sekaligus jadi ajang uji coba nyata yang membuktikan kendaraan itu bisa diandalkan di luar lingkungan pabrik.

Jejak Patent-Motorwagen juga sampai ke Indonesia, meski bukan lewat unit yang sama. Kendaraan Mercedes-Benz pertama yang masuk ke Indonesia adalah Benz Victoria Phaeton, tiba pada 1894, delapan tahun setelah Patent-Motorwagen dipatenkan. Momen ini yang jadi awal mula kehadiran Mercedes-Benz di tanah air, jauh sebelum perusahaan resmi berdiri di Indonesia pada 1970.
Di GIIAS 2026, Mercedes-Benz Indonesia menghadirkan replika Patent-Motorwagen hasil kolaborasi dengan Museum Nasional Indonesia di booth mereka. Replika ini jadi pengingat visual soal titik awal industri otomotif dunia, sekaligus bagian dari rangkaian perayaan 140 tahun perjalanan inovasi Mercedes-Benz yang tahun ini juga dirayakan lewat perjalanan lintas benua “140 Years, 140 Places” hingga Oktober 2026. ![]()
