Pertumbuhan BYD di Indonesia ternyata tak main-main. Berdasarkan data yang dirilis perusahaan, BYD bersama DENZA membukukan penjualan lebih dari 26.000 unit sepanjang semester pertama 2026.

Angka ini bikin BYD dan DENZA menguasai sekitar 35 persen dari total penjualan kendaraan energi baru nasional, porsi yang cukup besar mengingat persaingan di segmen ini makin ramai belakangan.

Kalau ditarik ke belakang, capaian ini jadi gambaran seberapa cepat perubahan yang terjadi di pasar kendaraan listrik Indonesia sejak BYD masuk pada 2024.

Sebelum kehadiran BYD, pangsa pasar kendaraan listrik nasional masih berada di bawah 1 persen. Kini, angka itu sudah melompat jauh ke atas 22 persen, menandai pergeseran yang cukup signifikan dalam adopsi kendaraan energi baru di Tanah Air.

Salah satu kontributor yang menarik dari capaian ini datang dari lini M6 DM. Meski baru diperkenalkan pada Mei 2026, teknologi Dual Mode ini sudah mengumpulkan lebih dari 4.000 unit pesanan dari berbagai wilayah Indonesia. Buat produk yang belum genap tiga bulan dipasarkan, jumlah pesanan sebesar itu jadi indikasi kalau konsumen Indonesia mulai lebih terbuka sama opsi kendaraan energi baru yang menawarkan fleksibilitas antara tenaga listrik dan mesin bensin, bukan cuma EV murni.

Di luar angka penjualan, BYD juga terus memperluas jaringan layanannya di Indonesia. Sampai saat ini, jaringan BYD sudah hadir di lebih dari 100 titik yang tersebar dari barat sampai timur Indonesia. Perluasan jaringan ini jadi salah satu faktor yang mendukung kepercayaan konsumen, mengingat akses ke layanan penjualan maupun purna jual jadi pertimbangan penting buat calon pembeli kendaraan energi baru, terutama di luar kota-kota besar.

Pertumbuhan di pasar domestik ini juga berjalan seiring dengan tren global BYD yang sedang moncer. Sepanjang semester pertama 2026, BYD membukukan penjualan lebih dari 1,8 juta unit NEV di seluruh dunia, dengan jangkauan pasar yang kini mencapai lebih dari 121 negara dan wilayah.

Indonesia jadi salah satu pasar yang disebut mencerminkan pesatnya perkembangan kendaraan energi baru secara global, terutama kalau dilihat dari lompatan pangsa pasar dalam kurun waktu dua tahun sejak BYD pertama kali masuk.