Buat pemain sektor bisnis transportasi dan logistik, satu unit armada yang mendadak mogok di jalan bisa bikin jadwal pengiriman berantakan. Bukan cuma soal biaya bengkel yang membengkak, tapi juga potensi kerugian karena target operasional meleset.

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) melihat celah ini dan terus memoles Hino Connect, platform telematika mereka yang sejak awal dirancang untuk membuat pelanggan bisa mengawasi kondisi armadanya dari jarak jauh.

Selama ini Hino Connect sudah membekali penggunanya dengan fitur pelacakan lokasi kendaraan, riwayat perjalanan, sampai konsumsi bahan bakar. Ada juga Vehicle Score Card yang merekam perilaku berkendara si sopir, plus fitur Geofence yang memberi tahu pemilik armada begitu kendaraannya keluar masuk area operasional tertentu. Kombinasi data ini yang bikin pengambilan keputusan operasional bisa lebih cepat, alih-alih menunggu laporan manual dari lapangan.

Di versi terbaru, Hino menambahkan fitur bernama Diagnostic Trouble Code atau biasa disingkat DTC, semacam sistem notifikasi dini kalau ada gangguan di kendaraan. Fitur ini memanfaatkan sensor dan Electronic Control Unit yang tertanam di unit Hino Euro 4 untuk mengendus abnormalitas pada sistem kendaraan. Begitu ada gejala tidak beres, notifikasi otomatis meluncur ke aplikasi web Hino Connect dan email pelanggan. Prosesnya diklaim tidak sampai lima menit sejak gangguan terdeteksi.

Notifikasi yang dikirim bukan cuma kode error yang bikin bingung orang awam. Hino Connect menampilkan tingkat risiko gangguan, status kerusakan, indikator lampu peringatan yang muncul di dashboard, sampai rekomendasi langkah awal yang sebaiknya diambil pelanggan. Dengan begitu, tindakan penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum kerusakan kecil berubah jadi masalah besar yang bikin armada harus istirahat lama di bengkel.

“Kami memahami bahwa setiap armada memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran bisnis pelanggan. Melalui fitur DTC pada Hino Connect, pelanggan kini dapat mengetahui potensi gangguan kendaraan lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” kata Tomoki Hattori, Marketing Director HMSI.

Selain DTC, Hino juga menyematkan fitur Online Payment di ekosistem yang sama. Fitur ini memungkinkan pelanggan membeli atau memperpanjang paket layanan Hino Connect sendiri tanpa harus datang ke dealer atau berurusan dengan proses administrasi yang panjang, cukup lewat satu platform digital.

Hattori menambahkan bahwa dua pembaruan ini sengaja dihadirkan berbarengan supaya pelanggan tidak hanya lebih cepat tahu kalau ada masalah di kendaraan, tapi juga lebih mudah mengurus keperluan administratif layanannya sendiri. “Seluruh pengembangan ini kami hadirkan untuk membantu pelanggan menjaga produktivitas operasional bisnisnya,” ujarnya.

Kalau dilihat lebih jauh, langkah HMSI ini sejalan dengan tren industri logistik yang makin bergantung pada data real-time buat menekan downtime armada. Selama ini banyak pelaku usaha transportasi baru sadar ada kerusakan setelah kendaraan benar-benar mogok di tengah jalan, padahal gejalanya kerap sudah terdeteksi sistem jauh sebelum itu terjadi.

Fitur DTC dan Online Payment ini turut dipamerkan Hino di ajang GIIAS 2026, tepatnya di Digital Corner booth Hino, Hall 1 Booth 1E, tempat pengunjung bisa melihat langsung simulasi cara kerja notifikasi real-time tersebut.