PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) sukses mencuri perhatian di GIIAS 2026 lewat kemunculan NEIRA Prototype, SUV listrik tujuh penumpang yang dikembangkan khusus untuk pasar Indonesia.
Namun, bukan desain, fitur, atau performanya yang paling menarik perhatian, melainkan target kandungan komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen saat mobil ini memasuki fase produksi massal.
Target tersebut bukan angka yang bisa dianggap remeh. Sebab, mayoritas kendaraan listrik yang beredar di Indonesia saat ini masih mengandalkan komponen impor dalam jumlah besar, terutama untuk baterai dan sistem penggerak listrik. Jika terealisasi, NEIRA berpotensi menjadi salah satu SUV listrik dengan tingkat lokalisasi tertinggi yang pernah diproduksi di Tanah Air, sekaligus memperkuat posisi Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang sebagai basis produksi utama Hyundai untuk pasar domestik.
Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, memastikan proses menuju produksi lokal masih terus berjalan. Meski NEIRA saat ini masih berstatus purwarupa, Hyundai menargetkan peluncuran versi produksinya dilakukan tahun ini, walau tidak menutup kemungkinan jadwal tersebut bergeser.

“Dalam tahap diskusi dengan HMMI tentunya sebagai pihak produksi. Selanjutnya ditunggu saja ya,” ujarnya saat menjawab pertanyaan mengenai lini masa produksi NEIRA.
Menariknya, secara desain NEIRA memiliki kemiripan dengan Kia Carens Clavis EV yang lebih dulu dipasarkan di India. Proporsi bodi yang tinggi, siluet memanjang, garis atap yang landai, hingga konfigurasi tiga baris bangkunya memperlihatkan banyak kesamaan.
Berbagi platform, powertrain, dan komponen antarmerek memang sudah menjadi praktik umum di Hyundai Motor Group, seperti yang sebelumnya diterapkan pada Hyundai Creta dan Kia Seltos. Jika pola serupa digunakan pada NEIRA, target TKDN 80 persen menjadi lebih realistis karena sebagian basis teknologinya kemungkinan sudah tersedia dalam ekosistem grup.
Hyundai juga menyematkan sentuhan lokal lewat nama NEIRA yang terinspirasi dari Banda Neira di Maluku. Kepulauan tersebut dikenal karena sejarah rempah-rempah, keindahan bawah laut, serta kekayaan budayanya. Filosofi itu diangkat sebagai identitas SUV listrik yang nantinya akan dirakit dan dipasarkan khusus untuk konsumen Indonesia.

Dari sisi desain, NEIRA mengusung panel depan tertutup tanpa grille konvensional, ciri khas kendaraan listrik modern, dengan logo Hyundai berukuran besar sebagai titik fokus. Kabinnya tampil minimalis dengan dashboard berdesain lapang, panel instrumen digital, dan konsol tengah bergaya modern.
Hyundai sendiri masih menutup rapat spesifikasi teknis seperti kapasitas baterai, jarak tempuh, tenaga motor listrik, maupun kemampuan pengisian dayanya.
Kehadiran NEIRA di GIIAS 2026 juga mendapat perhatian Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang sempat menjajal langsung unit prototipenya di booth Hyundai. Kunjungan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong peningkatan TKDN kendaraan listrik sebagai bagian dari percepatan ekosistem elektrifikasi nasional.
Meski masih berstatus prototipe, NEIRA diperkirakan akan mengalami sejumlah penyempurnaan sebelum resmi dipasarkan, dengan realisasi target TKDN 80 persen menjadi salah satu aspek paling menarik untuk dinantikan. ![]()
