Chery TIGGO V tak hanya mengandalkan konsep 3-in-1 sebagai daya tariknya. SUV yang baru diperkenalkan di GIIAS 2026 ini juga dibekali sejumlah kemampuan dan teknologi yang dirancang untuk menghadapi karakter jalan serta kebutuhan mobilitas di Indonesia.
Dari sisi dimensi, TIGGO V memiliki panjang 4.910 mm, lebar 1.921 mm, dan tinggi 1.790 mm. Ground clearance-nya mencapai 220 mm, angka yang disiapkan untuk mendukung mobilitas di berbagai kondisi jalan.

Kemampuan melibas medan juga menjadi salah satu perhatian Chery. TIGGO V diklaim mampu menghadapi tanjakan hingga 41 derajat dan melintasi genangan air dengan kedalaman mencapai 700 mm. Jadi, karakter SUV pada mobil ini bukan cuma soal tampilan dengan postur yang terlihat kokoh.
Untuk membantu ketika harus bermanuver di ruang terbatas, TIGGO V juga dilengkapi fitur Easy Turn. Sistem ini memanfaatkan pengereman pada roda belakang untuk mengurangi radius putar sekitar 0,5 meter, sehingga manuver di jalan atau area yang sempit bisa dibuat lebih mudah.
Masuk ke bagian kabin, Chery ikut memperhatikan kondisi iklim tropis Indonesia. TIGGO V dibekali Air Flow Calibration System serta ventilasi AC yang ditempatkan hingga baris ketiga dan pilar C. Sistem tersebut dirancang untuk membantu sirkulasi udara sekaligus membuat distribusi temperatur di dalam kabin lebih merata.

Kebutuhan konektivitas juga tidak dilewatkan. TIGGO V menggunakan sistem Human-Machine Intelligence terbaru yang sudah mendukung wireless Android Auto dan Apple CarPlay, sehingga perangkat smartphone bisa terhubung tanpa harus bergantung pada kabel.
Untuk pilihan penggerak, Chery menyiapkan dua jenis powertrain pada TIGGO V, yakni Internal Combustion Engine atau ICE dan Chery Super Hybrid (CSH). Menariknya, versi dengan teknologi tersebut diklaim mampu menawarkan daya jelajah hingga 1.030 km.

Selain jarak tempuh, Chery juga menyebut teknologi powertrain TIGGO V memiliki thermal efficiency hingga 42,5 persen. Angka ini menunjukkan fokus pengembangan TIGGO V bukan hanya pada kemampuan melaju, tetapi juga bagaimana energi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.
Teknologi lain yang cukup menarik adalah Vehicle-to-Load atau V2L dengan daya 2,2 kW. Fitur ini memungkinkan TIGGO V menyediakan sumber listrik untuk berbagai perangkat, baik ketika digunakan dalam perjalanan maupun saat melakukan aktivitas luar ruang. ![]()
