Banyak orang membeli mobil karena keinginan. Ada pula yang membeli mobil karena memang dibutuhkan. Daihatsu Sigra tampaknya berada di antara keduanya. Diperkenalkan pada 2016, Sigra kini telah terjual lebih dari 450 ribu unit di Indonesia. Sepuluh tahun berada di pasar membuatnya menjadi salah satu model penting Daihatsu di segmen LCGC MPV. Kini, Daihatsu mengusung label “New Astra Daihatsu Sigra” khusus pada varian 1.2R.

Menariknya, angka 450 ribu unit itu justru bisa dibaca dari sisi yang sangat sederhana, banyak orang membeli mobil dengan cara berpikir yang rasional.

Ketika kebutuhan utamanya adalah membawa keluarga, pilihan mobil tidak selalu dimulai dari pertanyaan mobil mana yang paling keren atau paling menarik perhatian. Ada pertanyaan yang jauh lebih sederhana:
Harganya berapa?
Bisa membawa berapa orang?
Dipakai untuk apa?
Bagaimana biaya hariannya?
Apakah semuanya masih masuk dalam kemampuan?

Di titik seperti ini, mobil yang mampu menjawab banyak kebutuhan sekaligus punya keuntungan tersendiri. Sigra tidak harus membuat calon pembeli berkhayal terlalu jauh. Cukup membuat mereka merasa, “Ya, saya memang butuh Sigra.”

Itulah kekuatan produk yang masuk akal. Pembeli tidak selalu mencari sesuatu yang paling istimewa. Seringkali hanya butuh mobil yang paling mudah dijelaskan kepada diri sendiri dan keluarga. Apalagi membeli mobil bukan seperti membeli sepatu atau jam tangan yang bisa diganti ketika bosan. Ada uang muka, cicilan, bahan bakar, servis, pajak, parkir, sampai kebutuhan keluarga yang harus tetap berjalan setelah mobil dibawa pulang.

Di sinilah produk seperti Sigra mempunyai ruangnya sendiri. Apa saja itu?

1. Formula Mobil Keluarga Tujuh Penumpang
Formula mobil keluarga tujuh penumpang membuat kegunaannya mudah dipahami. Konsumen tidak perlu menerjemahkan terlalu banyak hal untuk mengetahui mobil ini akan digunakan untuk apa.

Pokoknya, siap menemani kerja.
Mengantar anak bisa.
Membawa keluarga bepergian pun bisa dipercaya
Digunakan sebagai kendaraan harian juga andak.

Ketika sebuah produk memiliki fungsi yang jelas dan harga yang berada dalam jangkauan target pasarnya, proses mempertimbangkannya menjadi lebih sederhana. Bukan berarti semua pembeli otomatis memilih Sigra, tetapi produk tersebut memiliki alasan yang mudah dipahami untuk masuk ke dalam daftar pilihan.

2. Keakraban
Kemudian ada satu hal yang sering tidak terlihat dalam angka penjualan yaitu “keakraban” atau Raja Charles II bilangnya “familiarity”. Sepuluh tahun berada di jalan membuat Sigra bukan nama yang asing. Orang sudah melihatnya, mengenal bentuknya, dan kemungkinan besar pernah berinteraksi dengan pemiliknya.

Dalam keputusan pembelian, hal semacam ini punya nilai tersendiri. Konsumen tidak merasa sedang mempertaruhkan uangnya pada sesuatu yang belum diketahui. Ada rasa bahwa produk tersebut sudah menjadi bagian dari pasar, dan lebih dari 450 ribu unit memberikan bukti dalam bentuk yang paling sederhana yaitu mengambil keputusan yang sama sebelumnya.

Tetapi produk yang rasional bukan berarti boleh berhenti berkembang. Justru di sinilah pekerjaan marketing menjadi menarik. Ketika kebutuhan dasarnya tetap sama, cara sebuah produk memenuhi kebutuhan tersebut bisa terus diperbarui. Konsumen mungkin masih membutuhkan mobil tujuh penumpang, tetapi ekspektasi terhadap mobil tersebut berubah. Mereka melihat desain, memperhatikan konektivitas, menginginkan kemudahan, dan semakin terbiasa dengan fitur yang sebelumnya dianggap tambahan. Karena itu, sebuah produk yang sudah dikenal perlu terus memberikan alasan untuk diperhatikan tanpa harus kehilangan alasan utama mengapa ia dipilih.

Label “New” kemudian menjadi penting. Bukan karena Sigra harus menjadi mobil yang sama sekali berbeda, tetapi karena produk yang sudah dikenal pun perlu menunjukkan bahwa dirinya masih mengikuti zaman. Bagi konsumen lama, ada sesuatu yang familiar. Bagi calon konsumen baru, ada sesuatu yang bisa diperhatikan. Dalam bahasa yang sederhana, formula lamanya masih bekerja, tetapi kemasannya tidak dibiarkan berhenti di tempat.

Mungkin itu pula yang membuat perjalanan Sigra selama sepuluh tahun menarik untuk dilihat. Lebih dari 450 ribu unit bukan hanya menunjukkan berapa banyak mobil yang sudah terjual, tetapi juga memperlihatkan betapa kuatnya pasar untuk sebuah produk yang mampu menjawab kebutuhan dengan cara yang sederhana

Di situlah kekuatan Sigra.