Mercedes-Benz mempertahankan pilihan mesin bensin dan diesel pada C-Class facelift. Pada pembaruan 2026, W206 ini juga ditawarkan dengan teknologi elektrifikasi yang lebih beragam, sekaligus mendapatkan penyempurnaan pada suspensi dan sistem kemudi untuk menghasilkan karakter berkendara yang lebih lincah.

Seluruh mesin pembakaran pada C-Class terbaru telah dikembangkan untuk memenuhi regulasi emisi yang akan datang, termasuk Euro 7. Mesin bensin dan diesel empat silinder kini menggunakan Integrated Starter-Generator generasi kedua atau ISG 2.0. Sistem kelistrikan 48 volt tersebut memberikan tambahan output hingga 17 kW dan torsi hingga 205 Nm, sekaligus mendukung fungsi coasting dan recuperation.

Pada mesin bensin 2,0 liter M 254 EVO, Mercedes-Benz menambahkan electric auxiliary compressor. Komponen ini bekerja menggunakan sistem 48 volt dan membantu meningkatkan respons mesin pada putaran rendah dengan mengurangi jeda respons turbocharger.

C 200 menghasilkan tenaga 130 kW atau 177 hp dengan torsi 270 Nm. Di atasnya terdapat C 250 dengan 160 kW atau 218 hp dan torsi 320 Nm, sementara C 300 menghasilkan 190 kW atau 258 hp dengan torsi 400 Nm.

Pilihan elektrifikasi yang lebih jauh hadir melalui C-Class plug-in hybrid. C 400 e 4MATIC Saloon dan Estate menggabungkan mesin bensin empat silinder dengan motor listrik dan menghasilkan system output hingga 290 kW atau 395 hp serta torsi hingga 650 Nm.

Baterai dengan usable energy content 19,53 kWh memberikan jarak tempuh elektrik hingga 100 kilometer berdasarkan WLTP. Pengisian daya dapat dilakukan melalui AC hingga 11 kW atau DC fast charging hingga 55 kW. Dengan electric range hingga 100 kilometer berdasarkan WLTP, C 400 e memungkinkan sebagian perjalanan harian dilakukan menggunakan tenaga listrik. Untuk perjalanan yang lebih jauh, mesin bensin tetap menjadi bagian dari sistem plug-in hybrid.

Mercedes-Benz juga mempertahankan pilihan mesin diesel empat silinder OM 654 EVO. Mesin ini tersedia dalam dua tingkat output, 120 kW atau 163 hp dan 147 kW atau 200 hp. Teknologi variable-turbine-geometry turbocharger dan common-rail direct injection bertekanan hingga 2.200 bar digunakan untuk mengoptimalkan respons, pembakaran, emisi, dan konsumsi bahan bakar. Mesin tersebut juga kompatibel dengan biofuel HVO100, B10, dan B20.

Penyempurnaan sasis C-Class dilakukan untuk meningkatkan respons dan stabilitas tanpa mengurangi kenyamanan perjalanan jarak jauh. Sambungan yang dibuat lebih kaku dan adjustable damping dengan tuning baru membantu mengurangi gerakan bodi ketika kendaraan bermanuver.

Di bagian depan digunakan konstruksi empat-link pada masing-masing sisi, sedangkan rear axle menggunakan multi-link dengan five-link concept. Konfigurasi tersebut membantu menjaga wheel guidance dan memberikan respons kemudi yang lebih presisi.

Rear-axle steering tetap menjadi salah satu teknologi penting C-Class. Roda belakang dapat berbelok hingga 2,5 derajat dan mengurangi turning circle sebesar 43 cm menjadi 10,64 meter. Pada kecepatan di bawah 100 km/jam, roda belakang berbelok berlawanan arah dengan roda depan untuk meningkatkan kemampuan bermanuver.

Ketika kecepatan melewati 100 km/jam, roda belakang berbelok searah dengan roda depan. Karakter ini membantu meningkatkan stabilitas ketika berpindah jalur atau melakukan manuver mendadak pada kecepatan tinggi.

Mercedes-Benz juga meningkatkan tingkat kesenyapan kabin. C-Class Saloon memiliki drag coefficient mulai dari 0,24, sedangkan Estate mulai dari 0,26. Optimalisasi aerodinamika, seal tambahan pada windscreen, desain ulang exterior mirror, serta pengembangan insulation package membantu mengurangi wind noise dan getaran yang masuk ke kabin.

Dengan kombinasi mesin bensin, diesel, mild hybrid, dan plug-in hybrid, C-Class terbaru menawarkan pilihan powertrain yang lebih luas. Penyempurnaan chassis dan rear-axle steering kemudian melengkapi paket tersebut dengan karakter berkendara yang lebih lincah, presisi, dan tetap nyaman.