Angka Rp 400 jutaan belakangan jadi kisaran harga yang ramai diperebutkan di segmen crossover listrik Indonesia. BYD Atto 3 Advanced Plus, Chery E5, MG4 EV Magnify Max, sampai Aion Y Plus sudah lebih dulu nongkrong di rentang ini, dan konsumen mulai punya standar sendiri soal apa yang pantas didapat di harga segitu.

OMODA baru saja melempar klaim baru ke tengah persaingan tersebut lewat OMODA O4, yang disebut berpotensi dibanderol di kisaran Rp 400 jutaan. Hal tersebut disampaikan lewat siaran pers pada Rabu (19/8/2026).

Bukan tanpa alasan mereka berani lempar angka segitu, sebab O4 dijejali label besar sebagai “The First AI Car for Everyone”, sebuah klaim yang kalau dibedah lebih jauh sebenarnya bertumpu pada tiga pilar yang mereka sebut Cyber Mecha, Cyber Pilot, dan Cyber Verse. Ketiganya jadi turunan dari konsep besar bernama “Hacking Reality”.

 

Soal harga resmi, publik memang masih harus sabar. Head of Sales OMODA & JAECOO Indonesia Willy Winawan sempat menyinggung di GIIAS 2026 bahwa posisi O4 akan berada di atas JAECOO J5 namun tidak terlalu jauh jaraknya. Sementara Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia Jim Ma menyebut harga resmi baru akan diumumkan Oktober 2026. Rp 400 jutaan yang disebut dalam siaran pers terbaru ini pun masih berstatus asumsi harga, bukan banderol pasti.

Menariknya, kalau memang O4 dibanderol di kisaran itu, ia akan langsung berhadapan dengan pemain-pemain yang sudah lebih dulu punya nama di pasar EV Indonesia. BYD Atto 3 Advanced Plus misalnya sudah dibanderol sekitar Rp 415 jutaan dengan klaim jarak tempuh 410 km berdasarkan NEDC, torsi 310 Nm, dan daya 150 kW. Di atas kertas, spek OMODA O4 dengan tenaga 160 kW, torsi 275 Nm, serta klaim jarak tempuh 611 km berdasarkan standar CLTC sebenarnya cukup kompetitif dari sisi jarak tempuh, meski perlu diingat metode pengujian CLTC dan NEDC punya karakter pengukuran yang berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan apple to apple begitu saja.

Yang jadi pembeda paling kentara justru bukan di angka performa, melainkan di klaim kecerdasan buatannya. OMODA O4 dibekali 18 fungsi ADAS, sistem kamera 540 surround, AI Voice Assistant, layar sentuh 13,2 inci, sampai wireless fast charging 50W. Rival-rivalnya di kelas Rp 400 jutaan memang sudah menawarkan ADAS dan fitur konektivitas yang lumayan lengkap juga, tapi belum ada yang secara eksplisit membawa jargon “mobil AI” selengkap yang digaungkan OMODA lewat Cyber Pilot.

Dari sisi desain, bahasa Cyber Mecha yang diusung OMODA O4 terlihat lewat Cyber Lightning Headlamps, kontur bodi yang mereka sebut Mecha Flow, dan kokpit bernuansa starship. Koefisien drag-nya diklaim mencapai 0,292 Cd, angka yang cukup baik untuk kelas crossover kompak dan menunjukkan desain agresif itu tidak sepenuhnya mengorbankan aerodinamika.

Fitur hiburan dalam kabin juga jadi bagian yang mereka jual lewat konsep Cyber Verse, di mana kabin diposisikan bukan cuma sebagai ruang berkendara tapi juga ruang bersantai saat mobil sedang berhenti. Jim Ma menjelaskan filosofi ini dengan menyebut OMODA O4 dibangun dengan kombinasi performa EV, teknologi AI, dan desain yang berani, bukan sekadar untuk tampil beda, tapi untuk menghadirkan value yang menurutnya belum banyak ditemukan di segmen crossover EV.

Soal siapa yang bakal menyasar mobil ini, OMODA sendiri tidak menyembunyikan ambisinya menggaet Generasi Z lewat desain yang trendi dan pendekatan teknologi yang lekat dengan gaya hidup digital. Sinyal ini juga terlihat dari referensi mereka ke kolaborasi lintas industri dengan film The Odyssey karya Christopher Nolan sebagai bagian dari narasi eksplorasi yang ingin dibawa OMODA & JAECOO ke ekosistem produknya, termasuk teknologi Super Intelligent Valet Parking pada JAECOO J7 SHS-P SIVP dan kapabilitas off-road J8 SHS-P ARDIS.

Pertanyaan besarnya tetap sama seperti yang selalu muncul tiap kali ada klaim harga sebelum peluncuran resmi, apakah Rp 400 jutaan itu akan bertahan sampai hari pengumuman di Oktober nanti, atau justru bergeser mengikuti dinamika kompetisi yang makin sengit di segmen ini. Yang jelas, dengan spesifikasi dan daftar fitur yang sudah dibuka lebih dulu, konsumen kini punya bahan pembanding yang cukup konkret untuk menimbang O4 melawan deretan crossover listrik lain yang sudah mengantre di rentang harga serupa.