Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) baru pertama kali turun di ajang The Super Series 2026 dan langsung pulang bawa trofi. Duet Haridarma Manoppo dan Syaukat Takuma Soejatmo naik podium ketiga di Kelas GT4 Pro Am pada seri kelima yang digelar di Sepang International Circuit, Malaysia, akhir pekan lalu (22-23/8/2026).
Bukan cuma hasil balapnya yang menarik, tapi juga formasi pembalapnya. Ini pertama kali TGRI menurunkan dua pembalap lokal sekaligus di ajang balap GT regional, setelah sebelumnya Haridarma selalu berduet dengan rekan asal Jepang.

Kombinasi ini sebenarnya cukup berani. Haridarma adalah nama besar di internal TGRI, pembalap yang musim lalu jadi Champion Kelas GT4 di GT World Challenge Asia Japan Cup 2025 bareng Seita Nonaka, sekaligus tim Indonesia pertama yang berhasil menyabet gelar itu. Sementara Takuma masih terhitung wajah baru di level ini. Mahasiswa jurusan Automotive Robotic Engineering di BINUS ASO yang tahun lalu masih wara-wiri di kejurnas ITCR 1200 bareng Dplus Racing Team, kini langsung dilempar ke panggung balap GT Asia Tenggara.
Latar belakang Takuma sendiri lumayan unik. Ia lahir dari keluarga yang lekat dengan dunia balap, bahkan disebut punya hubungan dengan Tinton Suprapto, salah satu tokoh yang ikut menginisiasi berdirinya Sirkuit Sentul. Tapi jalannya menuju kursi TGRI bukan jalan pintas dari nama besar keluarga. Ia lebih dulu menempa diri lewat simulator, balapan nasional, dan kelas-kelas entry seperti BMW M2 di ITCR sebelum akhirnya direkrut TGRI untuk musim internasional 2026.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, menyebut hasil podium perdana ini jadi modal penting buat pengembangan tim ke depan. “Duet pembalap senior Haridarma dengan pembalap muda Takuma, diharapkan dapat membuka peluang untuk berprestasi dan mengangkat nama TGRI di level Asia, serta mengasah talenta pembalap di berbagai lomba dengan menggunakan GR Supra GT4 Evo2 yang tahun lalu menjadi champion di kejuaraan GT World Challenge Asia Japan Cup 2025,” ujarnya.
The Super Series sendiri merupakan festival balap touring dan Grand Touring regional Asia Tenggara, sebelumnya dikenal dengan nama Thailand Super Series sebelum berganti identitas musim ini. Berbeda dengan ajang Jepang yang biasa diikuti TGRI, seri Sepang jadi arena baru buat tim, jadi wajar kalau target yang dipasang untuk seri perdana ini tidak muluk-muluk. Fokusnya lebih ke adaptasi dengan karakter sirkuit, membangun chemistry antara Haridarma dan Takuma yang baru pertama kali berduet, sekaligus menyesuaikan kerja sama dengan tim engineer baru.
Mobil yang mereka pakai, GR Supra GT4 Evo2, bukan ‘senjata’ sembarangan. Mesinnya 3.000 cc enam silinder dengan single twin-scroll turbocharger yang sudah di-upgrade performanya oleh Toyota Gazoo Racing, menghasilkan tenaga 430 HP dan torsi 650 Nm. Regulasi Kelas GT4 sendiri mengharuskan mobil berbasis produksi massal yang dimodifikasi sesuai aturan, sehingga level kompetitivitas antar peserta relatif setara.
Di seri kelima yang berformat night race Sabtu malam, Haridarma dan Takuma bergantian mengemudi selama 60 menit ditambah satu lap tambahan. Start dari posisi keenam, mereka mampu naik ke podium ketiga saat bendera finis dikibarkan, hasil yang cukup mengesankan untuk kombinasi pembalap yang baru pertama kali satu mobil.
Sayangnya momentum itu tidak berlanjut di seri keenam, Minggu siang (23/8/2026). Mobil mengalami pecah ban yang diikuti kendala teknis lain, membuat keduanya gagal finis di race kedua akhir pekan itu.

Takuma sendiri mengaku dapat pengalaman berharga dari debutnya bersama Haridarma di kelas internasional ini. “Terima kasih kepada TOYOTA GAZOO Racing Indonesia (TGRI) atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berkompetisi bersama pembalap senior, Mas Haridarma, di ajang balap GT regional. Atmosfer dan tantangannya tentu berbeda dengan balapan nasional, sehingga ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, sekaligus membawa nama Indonesia di ajang balap internasional,” katanya.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Hiroyuki Oide, turut memberi apresiasi atas hasil perdana TGRI di ajang ini. “Selamat atas prestasi TOYOTA GAZOO Racing Indonesia (TGRI) yang terus Pushing the Limits for Better di berbagai kompetisi balap nasional dan regional. Partisipasi TGRI di event The Super Series 2026, merupakan bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan level of competitiveness di berbagai jenis kompetisi, mengharumkan nama Indonesia lewat pembalap lokal, dan menyebarkan Joy & Excitement of GR kepada semua orang,” katanya. ![]()

