Kiprah Veda Ega Pratama di Sirkuit MotorLand Aragon berjalan berat. Pembalap Honda Team Asia ini gagal mengulang catatan positifnya musim ini setelah finis ke-20 pada balapan Moto3 Michelin Grand Prix Aragon, Minggu (30/8/2026).
Start dari posisi ke-22, Veda sebenarnya sempat menembus zona poin di tengah balapan. Sayangnya posisi itu tak bertahan lama. Memasuki lap-lap akhir, satu per satu pembalap lain menyalipnya hingga rookie asal Indonesia itu tergeser keluar dari 15 besar dan menutup lomba di urutan ke-20.
Hasil ini menjadi catatan keempat Veda gagal mencetak poin sepanjang musim 2026. Angka yang cukup mengganggu, apalagi kalau melihat bagaimana ritme musim debutnya berjalan sejauh ini.
Pemuda yang lahir di Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta pada 23 November 2008 ini sebenarnya mengawali musim pertamanya di kelas Moto3 dengan cukup meyakinkan. Mantan juara Asia Talent Cup 2023 itu membuka musim dengan finis kelima di seri pembuka Thailand, sebelum kemudian mencatat sejarah lewat podium ketiga di Grand Prix Brasil. Podium tersebut jadi yang pertama buat pembalap Indonesia sepanjang sejarah kelas Moto3.
Perjalanan Veda sempat tersendat usai gagal finis di Amerika Serikat lantaran terjatuh. Namun ia terbukti punya mental cukup tangguh untuk bangkit, salah satunya lewat hasil podium ketiga di Prancis setelah salah satu rivalnya kena diskualifikasi. Konsistensi itu membuat Veda bertahan di papan atas klasemen sepanjang paruh pertama musim, bahkan sempat menempati posisi kedua klasemen Rookie of the Year Moto3 2026 di bawah Brian Uriarte.
Menjelang Silverstone pertengahan Agustus lalu, Veda tercatat mengoleksi 90 poin dan bertahan di peringkat keenam klasemen. Finis kesembilan di Inggris usai start dari posisi ke-16 menambah tujuh poin lagi ke koleksinya, membuat total poin Veda naik jadi 97 dengan posisi keenam klasemen masih aman sebelum ia terbang ke Aragon.

Sementara Veda berjuang di papan tengah ke bawah, drama sesungguhnya justru terjadi di barisan terdepan. Maximo Quiles dari CFMOTO Viel Aspar Team tampil dominan dan menutup balapan sebagai juara, hanya berselang beberapa pekan usai cedera patah tulang selangka memaksanya absen di Silverstone. Kemenangan di Aragon ini adalah yang ketujuh buat Quiles musim ini.
David Almansa yang start dari pole position sempat memimpin di lap-lap awal, dibayangi Quiles, rekan setim Quiles yakni Marco Morelli, serta duo Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte dan Alvaro Carpe. Kelima nama ini langsung membentuk grup terdepan begitu lampu start padam.
Situasi berubah di lap 11 ketika Quiles mengambil alih posisi terdepan dari Almansa. Sempat melakukan kesalahan dua lap setelahnya, Quiles tetap mampu merebut kembali posisi pertama dan menjaga jarak hingga garis finis. Almansa yang sempat diserang Morelli dan Carpe di empat lap terakhir akhirnya finis kedua, sedangkan Morelli naik podium ketiga setelah Carpe melakukan kesalahan menjelang finis.
Uriarte, yang sempat kena Long Lap Penalty di lap 4, menutup balapan di posisi kelima. Di belakangnya ada Adrian Cruces yang mengungguli Casey O’Gorman untuk finis keenam.
Buntut dari hasil di Aragon ini turut mengubah peta klasemen Moto3. Valentin Perrone yang finis kedelapan naik ke peringkat keenam klasemen, menggeser posisi Veda Ega Pratama ke peringkat ketujuh. Selisih poin keduanya cuma enam angka, jarak yang terbilang tipis buat rookie Indonesia yang musim ini masih mencari konsistensi.
Di puncak klasemen, keunggulan Quiles atas Alvaro Carpe kini melebar jadi hampir seratus poin. Posisi Carpe sendiri kini dibayangi ketat oleh Almansa yang cuma tertinggal lima poin.
Kejuaraan Dunia Moto3 2026 akan berlanjut ke ronde ke-14 di Grand Prix San Marino pada 11-13 September mendatang, kesempatan berikutnya buat Veda Ega Pratama membalikkan keadaan. ![]()
