Jawa Barat punya alasan kuat untuk terus dilirik industri otomotif. Wilayah ini tak cuma punya populasi besar dan aktivitas ekonomi yang padat, tapi juga menjadi salah satu pasar kendaraan terbesar di Indonesia.
Data GAIKINDO menunjukkan kontribusi Jawa Barat mencapai 14,4 persen dari total penjualan kendaraan nasional pada periode Januari sampai Mei 2025. Angka tersebut menempatkan Jawa Barat di posisi kedua secara nasional. Bandung, sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup di provinsi ini, ikut menjadi pintu masuk penting buat merek-merek yang ingin mendekatkan produknya ke konsumen Jawa Barat.
Konteks tersebut membuat gelaran GIIAS Bandung 2026 menarik untuk diperhatikan. Pameran ini akan kembali digelar pada 9-13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, sekaligus menjadi penyelenggaraan tahun keempat GIIAS Bandung.
Yang berbeda tahun ini adalah semakin lengkapnya merek yang dibawa ke Bandung. Penyelenggara menyebut akan ada sejumlah merek kendaraan yang sebelumnya belum pernah ikut GIIAS Bandung. Kehadiran pemain baru tersebut membuat pameran tidak hanya berisi model-model yang sudah akrab di pasar Jawa Barat, tetapi juga memberi ruang bagi merek yang sedang membangun perhatian konsumen di daerah.
Project Director GIIAS The Series, Abiyoso Wietono, melihat kehadiran peserta baru tersebut sebagai salah satu daya tarik utama GIIAS Bandung 2026.
“Kami sangat antusias membawa kembali rangkaian GIIAS The Series ke Kota Bandung. Tahun ini, hadirnya berbagai merek kendaraan baru akan memberikan lebih banyak pilihan serta pengalaman berkunjung yang makin beragam,” ujar Abi.
Masuknya merek baru ke sebuah pameran daerah sebenarnya cukup menarik kalau dilihat dari sisi bisnis. Mereka tidak sekadar membutuhkan tempat untuk memajang mobil, tetapi juga membutuhkan kesempatan bertemu langsung dengan calon konsumen di wilayah yang punya basis pasar kuat.
Hal itu sudah terlihat pada penyelenggaraan GIIAS Bandung sebelumnya. Pada 2025, misalnya, ada lima merek kendaraan yang untuk pertama kalinya tampil di GIIAS Bandung, yakni BAIC, Jaecoo, Jeep, Seres dan DFSK. Total ketika itu ada 18 merek kendaraan bermotor yang berpartisipasi, terdiri dari 15 merek kendaraan penumpang, satu merek kendaraan komersial dan dua merek sepeda motor.
Fenomena tersebut menunjukkan Bandung mulai punya fungsi yang lebih dari sekadar kota tujuan pameran. Buat merek otomotif, kota ini menjadi salah satu tempat untuk menguji respons pasar setelah produk diperkenalkan di pameran utama GIIAS di kawasan BSD.
Apalagi Jawa Barat juga punya ekosistem industri otomotif yang cukup lengkap. Karawang dan Bekasi selama ini menjadi salah satu basis manufaktur kendaraan, sementara kedekatan wilayah tersebut dengan Jakarta membuat distribusi kendaraan dan aktivitas industri relatif terhubung.
Kementerian Perindustrian sebelumnya juga menyoroti posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat otomotif nasional. Pada pembukaan GIIAS Bandung 2025, Kemenperin menyebut Karawang sebagai pusat perakitan kendaraan bermotor dan Bekasi sebagai kawasan yang ikut berkembang seiring pertumbuhan kendaraan listrik.
Dengan kondisi seperti itu, kehadiran GIIAS Bandung 2026 menjadi menarik karena industri otomotif sedang bergerak ke arah yang semakin beragam. Pilihan konsumen sekarang bukan cuma soal mobil bensin atau diesel, tetapi juga hybrid dan kendaraan listrik, sementara merek asal China dan pemain baru lainnya terus memperluas jaringan di Indonesia.
GIIAS sendiri masih mempertahankan format pameran keliling melalui GIIAS The Series. Setelah membuka rangkaian 2026 di BSD Tangerang dan berlanjut ke Surabaya pada 26-30 Agustus, Bandung menjadi kota berikutnya yang disambangi. Setelah itu, rangkaian berlanjut ke Semarang pada 30 September sampai 4 Oktober dan ditutup di Makassar pada 28 Oktober sampai 1 November 2026.
Belum berhenti di situ, GAIKINDO juga sudah menyiapkan satu kota baru untuk rangkaian awal 2027. GIIAS Bali dijadwalkan berlangsung pada 27 sampai 31 Januari 2027 di The Meru Sanur. ![]()
