Ada satu mobil yang mendapat sorotan khusus saat peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat. Bukan model baru, melainkan BYD M6 DM yang keluar dari lini produksi sebagai unit ke-100.000 BYD yang diproduksi secara lokal di Indonesia.
Momen tersebut menjadi bagian dari seremoni peresmian fasilitas manufaktur BYD di Kawasan Industri Subang Smartpolitan pada Kamis (3/9/2026). Kap mobilnya bahkan ditandatangani secara simbolis oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

Pemilihan M6 DM sebagai kendaraan yang menandai pencapaian tersebut cukup menarik. Model ini membawa teknologi Dual Mode atau DM, sistem elektrifikasi yang baru diperkenalkan BYD di Indonesia pada Mei 2026 untuk melengkapi pilihan kendaraan listrik berbasis baterai.
M6 DM sendiri menjadi bagian dari strategi BYD memperluas pilihan kendaraan energi baru di Indonesia. Kehadiran teknologi DM membuat konsumen tidak hanya ditawari mobil listrik murni, tetapi juga alternatif elektrifikasi dengan karakter penggunaan yang berbeda.
Buat BYD, M6 punya posisi penting di pasar Indonesia. M6 EV sebelumnya sudah dikenal sebagai mobil keluarga listrik, sementara versi DM memperluas pendekatan tersebut ke teknologi plug-in hybrid yang ditawarkan BYD.

Roll-off M6 DM di Subang sekaligus memperlihatkan perubahan fase bisnis BYD di Indonesia. Sejak masuk pada Januari 2024, perusahaan sebelumnya mengandalkan kendaraan yang didatangkan untuk memenuhi pasar lokal. Kini, model yang sama-sama ditujukan untuk konsumen Indonesia mulai keluar dari fasilitas produksi dalam negeri.
“Kami dengan bangga menyampaikan, BYD Made in Indonesia and for Indonesia,” ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
Pabrik Subang sendiri memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Fasilitas yang dibangun dalam waktu sekitar 20 bulan tersebut berdiri di lahan sekitar 126 hektare dan menjadi fasilitas manufaktur BYD ke-13 secara global.
Agus Gumiwang melihat langkah produksi lokal BYD sebagai bagian dari penguatan industri kendaraan energi baru di Indonesia. Pemerintah tidak ingin pertumbuhan kendaraan listrik hanya berhenti di sisi pasar, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi dan penggunaan komponen dalam negeri.
Setelah M6 DM keluar sebagai unit ke-100.000, perjalanan produksi lokal BYD di Indonesia baru memasuki halaman pertama. Kapasitas pabrik Subang masih jauh lebih besar dari angka produksi yang ditandai dalam seremoni tersebut, dengan ruang untuk menghadirkan lebih banyak model BYD dari fasilitas yang sama. ![]()
