BYD datang ke Indonesia pada Januari 2024 dengan cara yang cukup agresif. Dalam waktu singkat, lini mobil listriknya langsung diperluas dan jaringan penjualan ikut digenjot ke berbagai daerah. Sekarang, baru sekitar dua setengah tahun berselang, langkahnya sudah bergeser ke tahap yang lebih serius.
BYD resmi mengoperasikan fasilitas manufakturnya di Subang, Jawa Barat. Pabrik yang berdiri di lahan sekitar 126 hektare ini punya kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun dan menjadi fasilitas produksi BYD ke-13 secara global.
Perubahan ini menarik karena BYD sebelumnya membangun bisnis Indonesia dari sisi pasar terlebih dahulu. Sejak masuk hingga Juli 2026, perusahaan sudah mengirimkan lebih dari 100.000 kendaraan energi baru kepada konsumen Indonesia. Jaringan penjualan dan layanan juga sudah mencapai lebih dari 100 lokasi.

Angka penjualan sepanjang 2026 ikut menunjukkan seberapa cepat basis BYD terbentuk. Pada periode Januari sampai Juli 2026, BYD Indonesia mencatat penjualan 32.800 unit dengan pangsa pasar sekitar 35 persen.
Pasarnya sendiri juga sudah berubah cukup jauh. Pangsa kendaraan energi baru di Indonesia yang pada 2022 masih sekitar 1 persen meningkat menjadi 23 persen pada Juli 2026. BYD kemudian ikut memperluas pilihan teknologi dengan memperkenalkan sistem Dual Mode (DM) pada Mei 2026, melengkapi lini kendaraan listrik berbasis baterai yang sudah lebih dulu dijual.
Masuknya BYD ke produksi lokal akhirnya terasa seperti kelanjutan dari perjalanan tersebut. Pabrik Subang dibangun sekitar 20 bulan dan kini menjadi tempat kendaraan BYD diproduksi di Indonesia. Pada seremoni peresmian, BYD bahkan menandai roll-off unit ke-100.000 yang diproduksi secara lokal melalui BYD M6 DM.

“Kami melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar yang penting, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam perjalanan menuju transisi energi,” kata Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager of BYD Asia-Pacific Auto Sales Division.
Namun, produksi lokal bukan satu-satunya hal yang sedang dibangun BYD. Perusahaan menyebut fasilitas Subang sebagai bagian dari upaya membawa pengalaman dan teknologi manufaktur global ke Indonesia. Pengembangan kapabilitas manufaktur juga disiapkan lebih jauh, termasuk rencana pengembangan fasilitas baterai dan elemen pendukung ekosistem kendaraan energi baru.
Posisi Indonesia pun menjadi semakin penting dalam strategi tersebut. Bagi BYD, pasar yang sebelumnya menjadi tujuan penjualan kini mulai menjadi bagian dari jaringan manufakturnya. Dari Subang, perusahaan punya kapasitas untuk memproduksi hingga 150.000 kendaraan setiap tahun sambil memperdalam keterlibatan dengan industri lokal. ![]()
