Setelah resmi beroperasi, pabrik BYD di Subang, Jawa Barat juga mulai mengejar target yang lebih jauh, yakni memperbesar porsi komponen lokal dalam kendaraan yang diproduksinya.

BYD menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60 persen pada Januari 2027. Target ini menjadi bagian dari langkah lokalisasi setelah perusahaan resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur di Kawasan Industri Subang Smartpolitan.

Pabrik tersebut berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Di sisi lain, ekosistem BYD di Indonesia saat ini sudah melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok.

Dampaknya juga mulai terlihat dari sisi penyerapan tenaga kerja. BYD menyebut aktivitasnya di Indonesia telah menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja lokal. Angka ini diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 20.000 orang ketika pabrik sudah beroperasi pada kapasitas penuh.

Target TKDN 60 persen tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah tengah menyiapkan skema insentif yang lebih mendorong produsen untuk meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

“Yang kami dorong adalah bagaimana industri otomotif bisa meningkatkan kontribusi komponen dalam negeri,” ujar Agus saat peresmian fasilitas BYD di Subang.

Kementerian Perindustrian selanjutnya akan menyusun desain program tersebut dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Skema ini nantinya diarahkan agar dukungan pemerintah ikut mendorong peningkatan TKDN sekaligus memperkuat rantai pasok otomotif nasional.

Buat BYD, urusannya juga tidak berhenti di lini produksi mobil. Perusahaan menyebut pengembangan ekosistemnya mencakup baterai, battery pack, logistik, yard, pusat suku cadang hingga pengembangan tenaga kerja.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan melihat investasi seperti ini seharusnya bisa memunculkan industri baru di sekitar fasilitas manufaktur. “Kita sudah memiliki industri baterai, battery pack, dan sekarang kita membangun kendaraan serta berbagai bagian dari ekosistemnya,” kata Luhut.

Kalau target TKDN 60 persen bisa dicapai mulai Januari 2027, peran pabrik Subang bakal semakin besar. Bukan hanya sebagai tempat memproduksi mobil BYD, tetapi juga sebagai salah satu titik yang memperlihatkan seberapa dalam industri lokal bisa ikut masuk ke rantai produksi kendaraan energi baru.