Butuh waktu berapa lama untuk sebuah sketsa berubah jadi mobil yang benar-benar bisa dikendarai di jalan raya?

Buat kebanyakan pabrikan, jawabannya bisa bertahun-tahun. Namun Audi justru menjawabnya hanya dalam 405 hari lewat proyek bernama Nuvolari.

Nuvolari bukan sekadar mobil kencang. Tenaga sistemnya menyentuh 1.001 PS lewat kombinasi high-performance hybrid powertrain, dengan kecepatan maksimum tembus 350 km/jam. Dua angka itu cukup untuk menahbiskan Nuvolari sebagai mobil produksi tercepat sekaligus paling bertenaga yang pernah dibuat Audi sepanjang sejarahnya. Produksinya pun sengaja dibatasi hanya 499 unit di seluruh dunia.

Menariknya, Audi sendiri tidak menempatkan Nuvolari semata sebagai ‘pameran’ tenaga. Model ini disebut sebagai technology and design flagship, semacam titik acuan yang bakal memengaruhi arah pengembangan teknologi Audi ke depan. Gernot Döllner, CEO Audi AG, menyebut proyek ini sebagai bukti seberapa cepat timnya bisa mewujudkan sebuah ide jadi kenyataan. “Proyek Nuvolari menunjukkan seberapa cepat kami di Audi dapat mewujudkan sebuah ide. Inilah Vorsprung durch Technik,” ujarnya.

Kecepatan yang dimaksud Döllner bukan cuma soal top speed di lintasan. Ritme itu sudah kelihatan sejak hari pertama proyek dimulai. Audi membentuk tim lintas disiplin yang bekerja fokus, mulai dari desainer, engineer kendaraan, spesialis aerodinamika, sampai tim powertrain, semuanya dilibatkan sejak awal dengan jalur komunikasi yang dipangkas dan proses pengambilan keputusan yang jauh lebih cepat dari biasanya.

Perjalanan 405 hari itu membawa Nuvolari melintasi hampir semua fasilitas pengembangan Audi di Eropa. Konsepnya lahir di Ingolstadt, lalu diuji ketahanan cuaca dinginnya di Lapland. Konstruksi ringan digarap di Neckarsulm, sementara karakter aerodinamikanya diasah lewat wind tunnel di Ingolstadt.

Dari sana perjalanan berlanjut ke selatan Spanyol untuk suspension tuning, tempat karakter berkendara Nuvolari mulai terbentuk. Fase berikutnya membawa mobil ini ke Nardò Technical Center di Italia, lintasan yang jadi tempat pengujian kecepatan tinggi paling krusial sebelum Nuvolari benar-benar siap diperkenalkan.

Di titik inilah keterlibatan Formula 1 masuk jadi bagian penting cerita. Dua pembalap Audi Revolut F1 Team, Gabriel Bortoleto dan Nico Hülkenberg, ikut turun langsung menguji Nuvolari. Bortoleto kebagian sesi di Nardò yang memang didesain untuk kecepatan tinggi, sementara Hülkenberg menjajalnya di test track Neustadt an der Donau.

Buat Audi, keterlibatan dua pembalap F1 ini memberi masukan yang tidak bisa didapat dari pengujian internal biasa. Hülkenberg sendiri terkesan dengan akselerasi dan tenaga sistem yang tembus 1.000 PS, menyebutnya sebagai “a real statement” dari kemampuan Nuvolari.

Setelah rangkaian pengembangan itu rampung, Nuvolari resmi diperkenalkan ke publik lewat world premiere di Antibes, Prancis, pada 4 Juni 2026. Debut jalan raya pertamanya pun bukan sembarangan, langsung dilakukan bersamaan dengan rangkaian Formula 1 Grand Prix Monaco.

Secara teknis, Nuvolari juga jadi model produksi pertama yang membawa bahasa desain baru Audi, dengan Audi Space Frame generasi baru yang dipadukan eksterior berbahan karbon. Pendekatan desain yang mengedepankan kejernihan bentuk dan proporsi ini bahkan diganjar penghargaan Design of the Year dari CAR Genius Awards di Inggris, dengan juri menilai Nuvolari berhasil membawa kesan restraint dan clarity ke segmen supercar tanpa kehilangan karakter khas Audi.

Dari Eropa, Nuvolari melanjutkan perjalanannya ke Amerika Utara lewat Monterey Car Week 2026, salah satu ajang otomotif paling prestisius di dunia bagi para kolektor. Vito Paladino, President of Audi of America, menyebut momen ini sebagai panggung penting untuk memperkenalkan halo supercar pertama Audi. “Melalui Audi Nuvolari, kami ingin menunjukkan apa yang menjadi esensi Audi, yaitu kemajuan yang dibangun di atas fondasi yang kuat,” katanya. Nuvolari tampil di The Quail dan Concept Lawn di Pebble Beach Concours d’Elegance, sekaligus mencatat road debut pertamanya di Amerika lewat rute sekitar Carmel-by-the-Sea.

Minat pasar terhadap Nuvolari sudah mulai terasa jelang presales di Eropa yang direncanakan dibuka kuartal keempat 2026, dengan pengiriman unit pertama ditargetkan pada kuartal pertama 2027.

Di Indonesia sendiri, semangat di balik Nuvolari turut disinggung Edo Januarko Chandra, COO Audi Indonesia, yang mengaitkannya dengan kehadiran The New Audi Q5 SUV dan Q5 Sportback di pasar lokal.

“Bagi kami, Vorsprung durch Technik bukan hanya tentang inovasi di level tertinggi, tetapi bagaimana kemajuan tersebut dapat terus kami hadirkan secara relevan bagi konsumen Audi di Indonesia,” ujar Edo.