Grafik performa Aldi Satya Mahendra di World Supersport 2026 terus menanjak menjelang akhir musim. Rider AS BLU CRU Racing Team ini baru saja menuntaskan seri kesembilan yang digelar di Magny-Cours, Prancis, pada 4 hingga 6 September 2026, dan hasilnya membawanya naik tingkat di klasemen sementara.

Sirkuit sepanjang 4,4 km itu sebenarnya bukan tempat asing buat Aldi. Trek yang punya karakter kombinasi tikungan cepat dan pengereman keras ini sudah pernah dia lahap sebelumnya, jadi soal adaptasi lintasan bukan jadi kendala besar buat pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia tersebut.

Race pertama dijalani dari posisi start yang jauh dari ideal, urutan 16. Tapi begitu lampu start menyala, Aldi langsung tancap gas dan sudah menyalip masuk posisi 9 begitu lap pertama selesai. Dari sana dia bertahan sampai garis finis, menutup race 1 tetap di posisi 9, sebelum akhirnya naik satu tingkat ke posisi 8 setelah Filippo Farioli dari VFT Racing Yamaha kena penalti.

Race kedua ceritanya beda. Aldi start dari grid 2, jatah yang dia dapat karena mencetak fastest lap di race sebelumnya. Modal itu langsung dia manfaatkan, terlihat dari posisinya yang sudah di urutan 4 pada lap pembuka. Sayangnya balapan sempat terhenti karena ada rider yang crash di lintasan, dan begitu race dilanjutkan dengan sisa 5 lap, Aldi berada di posisi 8. Dia menuntaskan race di grid 9.

Dua hasil top 10 berturut turut itu yang membuat Aldi angkat bicara soal pentingnya konsistensi menjelang akhir musim. “Masuk 10 besar race sekaligus mendapatkan poin dari seri Magny-Cours adalah hasil yang membantu saya untuk posisi di klasemen menjelang akhir musim. Saya perlu membenahi penampilan agar mendapatkan result yang lebih baik pada 3 putaran terakhir. Mudah-mudahan tidak ada kendala dan saya mampu menyelesaikan musim ini dengan optimal,” ungkapnya.

Dampaknya ke klasemen sementara cukup terasa. Aldi kini duduk di peringkat 9 dengan 126 poin, naik dua tingkat dari posisi 11 sebelumnya. Jarak poin dengan rider rider di jajaran 5 besar pun disebut masih cukup rapat, artinya ruang buat menggeser posisi masih terbuka lebar di sisa musim ini.

Kalender WorldSSP 2026 menyisakan tiga seri lagi sebelum musim benar benar ditutup, yaitu Cremona di Italia, Estoril di Portugal, dan Jerez di Spanyol. Cremona jadi yang paling dekat dan otomatis jadi fokus pembenahan tim dalam waktu dekat.

Musim ini sendiri jadi tahun kedua Aldi berlaga di kelas 600cc, setelah sebelumnya menjalani musim debut yang berakhir lebih cepat karena cedera. Sepanjang sembilan putaran yang sudah dilalui musim ini, catatannya jauh lebih matang, dengan satu podium plus rutin menembus top 5 dan top 10.

Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, ikut memberi pandangannya soal arah tim usai Magny-Cours. “Selepas seri Magny-Cours, perbaikan akan dilakukan buat menghadapi putaran-putaran berikutnya dimana yang terdekat adalah di Cremona,” katanya. Dari sembilan putaran yang telah dilewati, menurutnya Aldi sudah membuktikan kapasitas untuk merebut podium sekaligus konsisten di papan atas, sebuah progres yang menurutnya cukup berarti mengingat ini baru musim kedua Aldi berkiprah di World Supersport, dengan modal pengalaman dan performa yang terus terasah menjelang penutupan kejuaraan.