Bentuk kendaraan biasanya dipahami sebagai wilayah desain. Nama dan logo menjadi identitas merek, sedangkan bentuk bodi, lampu, panel, atau garis desain lebih sering dikaitkan dengan hak desain. Namun dalam sistem kekayaan intelektual Uni Eropa, bentuk fisik sebuah produk juga dapat berfungsi sebagai merek dagang tiga dimensi apabila bentuk tersebut mampu membedakan barang dari suatu perusahaan dengan barang milik perusahaan lain.
Kasus Vespa Primavera menjadi salah satu contoh paling jelas mengenai bagaimana sebuah bentuk produk dapat memperoleh perlindungan sebagai tanda asal komersial, bukan hanya sebagai rancangan visual. EUIPO pada 22 Juli 2026 memberikan pendaftaran merek dagang tiga dimensi untuk bentuk Vespa Primavera pada kategori kendaraan roda dua dan model skala, setelah menilai bahwa bentuk tersebut telah memperoleh karakter pembeda melalui penggunaannya.
Persoalannya tidak berhenti pada apakah sebuah skuter terlihat khas. Dalam pemeriksaan merek dagang Uni Eropa, bentuk produk pada dasarnya menghadapi persoalan yang berbeda dari logo atau nama. Konsumen membeli sebuah produk karena bentuknya, tetapi bentuk tersebut belum tentu dipahami sebagai petunjuk mengenai siapa produsennya. Karena itu, pengujian karakter pembeda menjadi bagian penting.

Pengadilan Uni Eropa telah menjelaskan bahwa semakin dekat bentuk yang diajukan sebagai merek dengan bentuk yang secara umum lazim digunakan untuk produk sejenis, semakin besar kemungkinan bentuk tersebut dianggap tidak memiliki karakter pembeda. Sebaliknya, suatu bentuk dapat memenuhi fungsi merek apabila mampu membuat konsumen mengenali asal komersial barang tanpa harus melakukan pemeriksaan analitis secara khusus.
Di sinilah konsep acquired distinctiveness atau karakter pembeda yang diperoleh melalui penggunaan menjadi penting. Sebuah bentuk tidak selalu harus sejak awal memiliki karakter pembeda yang sangat kuat. Penggunaan dalam jangka panjang dapat membuat publik menghubungkan bentuk tersebut dengan satu sumber komersial tertentu. EUIPO menyebut prinsip ini dalam keputusan mengenai Primavera, dengan mengacu pada keberadaan Vespa di pasar sejak 1946 serta reputasi dan persepsinya yang telah melampaui Uni Eropa. Menurut keputusan tersebut, penggunaan Vespa selama puluhan tahun membuat konsumen sasaran dapat mengenali bentuknya sebagai petunjuk mengenai asal komersial tertentu.
Baca Juga:
EUIPO Sahkan Bentuk Vespa Primavera Sebagai Merek Dagang 3D
Landasan persoalan ini juga terlihat dalam perkara T-19/22, Piaggio & C. SpA melawan EUIPO dan Zhejiang Zhongneng Industry Group. General Court Uni Eropa dalam putusan 29 November 2023 mencatat perkara tersebut sebagai sengketa merek dagang Uni Eropa tiga dimensi yang objeknya berupa bentuk sebuah skuter. Perkara itu berkaitan dengan alasan absolut untuk pembatalan karena tidak adanya karakter pembeda serta persoalan karakter pembeda yang diperoleh melalui penggunaan berdasarkan ketentuan hukum merek Uni Eropa. Dengan demikian, yang dipersoalkan bukan sekadar kemiripan visual antarskuter, melainkan apakah bentuk tertentu dapat menjalankan fungsi dasar sebuah merek: menunjukkan asal komersial barang.
Perbedaan antara merek dagang tiga dimensi dan perlindungan desain juga penting dalam memahami posisi Vespa. EUIPO menjelaskan bahwa sebuah produk dapat, jika memenuhi persyaratan hukum yang berbeda, memperoleh perlindungan sebagai merek dagang sekaligus sebagai desain terdaftar. Desain berfokus pada persyaratan seperti kebaruan dan karakter individual, sedangkan merek dagang berkaitan dengan kemampuan suatu tanda membedakan barang atau jasa dari perusahaan lain. Karena itu, pendaftaran bentuk sebagai merek tidak sekadar mengatakan bahwa desain tersebut menarik atau berbeda, tetapi bahwa bentuk itu telah memiliki fungsi identifikasi komersial.
Konsekuensinya terlihat pada cara EUIPO membaca evolusi desain Vespa. Dalam keputusan Primavera, perubahan yang terjadi sepanjang perkembangan model tidak otomatis menghilangkan perlindungan apabila model yang diajukan masih dapat dipandang sebagai evolusi dari model sebelumnya dan tetap mempertahankan karakteristik pembeda. Piaggio kemudian menyebut keputusan tersebut sebagai penguatan perlindungan bentuk Vespa di seluruh 27 negara Uni Eropa. Posisi ini berbeda dari pendekatan yang semata-mata mengikat perlindungan pada satu gambar atau satu konfigurasi desain tertentu, karena yang menjadi perhatian adalah keberlanjutan karakter pembeda yang membuat bentuk tersebut dikenali.

Namun perlindungan tersebut tidak berarti setiap skuter bergaya klasik, skuter dengan bodi membulat, atau produk yang secara umum mengingatkan pada Vespa otomatis menjadi pelanggaran merek dagang. Penilaian merek bentuk tetap berkaitan dengan tanda yang didaftarkan, karakteristik pembeda yang dimilikinya, serta kemiripan yang relevan menurut hukum merek. Putusan pengadilan Uni Eropa sendiri menempatkan kemampuan konsumen rata-rata untuk membedakan barang berdasarkan tanda tersebut sebagai bagian dari pengujian. Karena itu, status merek dagang tiga dimensi tidak dapat diterjemahkan secara sederhana menjadi monopoli atas seluruh konsep desain skuter retro.
Bagi industri otomotif, pendekatan seperti ini membuka lapisan perlindungan yang berbeda dari sekadar mempertahankan nama model atau logo. Sebuah desain kendaraan yang digunakan dalam waktu sangat panjang dapat berkembang dari sekadar rancangan produk menjadi bagian dari identitas komersialnya. Dalam konteks Vespa, Piaggio kini memiliki dasar hukum Eropa yang semakin kuat untuk mempertahankan bentuk Primavera sebagai tanda yang diasosiasikan dengan sumber komersial tertentu. Pendaftaran di Italia pada Februari 2024 dan Inggris pada November 2025 kemudian menjadi bagian dari perkembangan perlindungan tersebut sebelum keputusan EUIPO untuk tingkat Uni Eropa pada 2026. ![]()
