BYD resmi memperkenalkan Blade Battery generasi kedua di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Baterai ini datang berbarengan dengan teknologi FLASH Charging, dan keduanya jadi dasar klaim rekor dunia baru dalam kecepatan isi daya, yaitu siap melaju dalam 5 menit dan terisi penuh dalam 9 menit.
Menurut BYD, baterai menentukan lebih dari sekadar jarak tempuh. Kecepatan isi daya, manajemen termal, sampai urusan keselamatan ikut bergantung padanya. Blade Battery generasi kedua dikembangkan lewat riset intensif selama enam tahun. Peningkatan kepadatan energi, efisiensi transfer ion, dan manajemen termal dilebur ke dalam satu desain terintegrasi dengan sasaran isi daya lebih cepat, jarak tempuh lebih jauh, dan tingkat keselamatan ekstra.

Di baterai konvensional, kemampuan isi daya cepat dan kepadatan energi tinggi sering dianggap tujuan teknis yang saling bertabrakan. BYD mengaku sudah menemukan jalan keluarnya. Kepadatan energi naik 5% dan kecepatan isi daya ikut meningkat signifikan. Supaya keselamatan dan daya tahan tetap terjaga, BYD membekali baterai ini dengan Sistem Transportasi Ion ‘FlashPass’ yang disebut melampaui batas kemampuan baterai lithium iron phosphate (LFP).
FlashPass bertumpu pada tiga komponen. Pertama, katode ‘Flash-Release’ dengan arsitektur ukuran partikel bertingkat dan rekayasa arah, sehingga kepadatan tinggi dan proses interkalasi (keluar masuknya ion litium) yang cepat bisa berjalan bareng. Kedua, elektrolit ‘Flash-Flow’ yang memanfaatkan optimalisasi presisi berbasis AI untuk menghasilkan konduktivitas ionik tinggi dan mobilitas ion yang cepat. Ketiga, anode ‘Flash-Intercalate’ yang punya konstruksi situs penyisipan litium multidimensi, memungkinkan ion litium masuk berkecepatan tinggi secara 3D (360 derajat).
Kerja ketiganya sama-sama mengarah ke satu hal, yaitu menekan hambatan internal. Dengan hambatan yang lebih kecil, transfer energi di dalam sel jadi lebih efisien dan panas yang muncul selama isi daya lebih terkendali. Panas memang jadi persoalan serius ketika baterai disuapi daya besar dalam waktu singkat. Karena itu Blade Battery generasi kedua dirancang untuk menerima daya lebih stabil, dengan manajemen termal sebagai bagian dari pengembangan kinerjanya.

Ada juga pembaruan di lapisan Solid Electrolyte Interphase (SEI), komponen kunci di setiap baterai lithium-ion. BYD memakai rekayasa tingkat molekuler dan optimalisasi struktur makroskopis agar lapisan ini sangat tipis, sehingga konduktivitas ionik lebih tinggi, tapi tetap sangat padat demi menjaga stabilitas kimia. Baterai ini juga dibekali teknologi perbaikan mandiri (self-repairing) yang dinamis untuk menyeimbangkan sifat “tipis namun kuat” tadi.
Soal keselamatan, BYD menyebut Blade Battery generasi kedua sudah lolos serangkaian evaluasi dengan standar tolok ukur baru. Salah satunya uji simultan FLASH Charging dan Penusukan Paku (Nail-Penetration Test) yang diklaim pertama di dunia. Hasilnya, tidak ada thermal runaway, asap, ataupun api, bahkan setelah melewati 500 siklus FLASH Charging.
Baterai ini juga melewati uji thermal runaway lewat hubungan arus pendek paksa pada empat sel secara bersamaan. Tidak ada kebakaran maupun ledakan, padahal suhunya sempat menembus lebih dari 700°C.

Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd. and General Manager of BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, menyebut pengenalan Blade Battery generasi kedua dan FLASH Charging di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas akses konsumen terhadap kemajuan teknologi global, khususnya di pasar strategis seperti Indonesia.
“Bagi BYD, inovasi teknologi bukan sekadar tentang menciptakan terobosan baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Melalui Blade Battery generasi kedua dan FLASH Charging, kami terus mendorong batas kemampuan teknologi kendaraan listrik untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang semakin praktis dan nyaman. Pengenalan teknologi ini di Indonesia merupakan bagian dari komitmen kami untuk membawa kemajuan teknologi global BYD lebih dekat kepada konsumen Indonesia,” ujar Liu.

Di Indonesia, Blade Battery generasi kedua langsung dibawa lewat dua model DANZA terbaru. DANZA New D9 hadir dengan baterai ini beserta kemampuan FLASH Charging. DANZA Z9GT disebut sebagai salah satu model DANZA pertama yang dirancang mendukung BYD FLASH Charging, juga dengan Blade Battery generasi kedua di dalamnya. ![]()
