Leapmotor C10 hadir dengan sejumlah teknologi yang menjadi bagian dari tawarannya di segmen SUV listrik.

Salah satunya adalah Cell-to-Chassis (C2C), yakni integrasi baterai ke dalam struktur sasis kendaraan. Pendekatan ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang sekaligus mendukung efisiensi konstruksi kendaraan. Leapmotor menyebut C10 memiliki kekakuan torsional sasis sebesar 42.500 Nm/derajat, sebuah parameter yang menggambarkan ketahanan struktur terhadap puntiran.

Dari sisi performa, C10 dibekali motor listrik bertenaga 165 kW dengan torsi maksimum 360 Nm. Sistem penggerak roda belakang atau Rear-Wheel Drive (RWD) menjadi konfigurasi yang digunakan untuk menyalurkan tenaga ke roda. Kombinasi tersebut dirancang untuk menunjang respons akselerasi dan karakter berkendara kendaraan.

C10 menggunakan baterai berkapasitas 69,9 kWh dengan jarak tempuh yang diklaim mencapai 503 km berdasarkan standar NEDC. Angka tersebut merupakan hasil pengukuran berdasarkan siklus pengujian tertentu, sehingga jarak tempuh aktual dapat berbeda bergantung pada kecepatan, kondisi jalan, penggunaan pendingin kabin, beban kendaraan, dan gaya berkendara.

Untuk mendukung efisiensi aerodinamika, Leapmotor membekali C10 dengan Active Grille Shutters. Sistem ini mengatur bukaan kisi-kisi udara di bagian depan sesuai kebutuhan aliran udara dan pendinginan. Ketika kebutuhan pendinginan memungkinkan, kisi-kisi dapat menutup untuk membantu mengurangi hambatan udara. Sebaliknya, kisi-kisi akan terbuka ketika aliran udara tambahan dibutuhkan untuk membantu proses pendinginan komponen kendaraan.

C10 memiliki dimensi panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, dan tinggi 1.680 mm. Ukuran tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung penyediaan ruang kabin. Untuk menunjang kenyamanan, Leapmotor mengusung konsep Healthy Interior dengan sejumlah fitur dan pilihan material di dalam kendaraan.

Pelapis jok menggunakan Eco-Leather yang disebut telah memenuhi standar OEKO-TEX® STANDARD 100, yaitu sertifikasi yang berkaitan dengan pengujian tekstil terhadap zat berbahaya. Sementara itu, sistem filtrasi PM2.5 dirancang untuk membantu menyaring partikel halus di udara kabin. Efektivitas penyaringan dalam penggunaan sehari-hari tetap bergantung pada spesifikasi dan kondisi sistem filtrasi.

Kenyamanan penumpang depan didukung fitur Heated & Ventilated Front Seats, yang menyediakan fungsi pemanas dan ventilasi pada jok. C10 juga memiliki Fully Reclinable Seats yang memungkinkan sandaran kursi direbahkan untuk memberikan pilihan posisi istirahat yang lebih santai.

Panoramic Sunroof dengan luas yang disebut mencapai 2,1 m² melengkapi area kabin dengan akses cahaya alami. Untuk kemudahan penggunaan, tersedia Digital NFC Key sebagai sarana akses kendaraan serta Electric Tailgate untuk membantu proses membuka dan menutup pintu bagasi secara elektrik.

Dari sisi desain, C10 mengusung Piano Style Dashboard dengan pendekatan minimalis. Tata letak yang rapi dan penggunaan garis desain sederhana membentuk tampilan interior yang modern. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari karakter visual kabin tanpa mengesampingkan fungsi masing-masing komponen.

Samuel Christian Wowor, Brand Head Leapmotor Indonesia, menjelaskan bahwa pengembangan C10 berfokus pada keseimbangan antara inovasi teknologi dan kebutuhan pengguna.

“Dalam mengembangkan Leapmotor C10, kami melihat pentingnya menghadirkan keseimbangan antara inovasi dan kebutuhan pengguna. Setiap aspek kendaraan dikembangkan dengan tujuan memberikan pengalaman yang lebih baik, tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dalam penggunaan sehari-hari. Kami percaya pendekatan ini dapat menjadikan Leapmotor C10 sebagai SUV listrik yang menawarkan nilai lebih bagi konsumen,” ujarnya.

Melalui C10, Leapmotor menyasar konsumen yang membutuhkan SUV listrik untuk beragam aktivitas, mulai dari mobilitas harian hingga perjalanan bersama keluarga. Integrasi teknologi, fitur kenyamanan, dan konfigurasi ruang kabin menjadi bagian dari pendekatan yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut di pasar Indonesia.