Buat sebagian anak SMP, mobil listrik mungkin masih sebatas kendaraan yang lewat di jalan tanpa suara mesin seperti mobil bensin. Hyundai Motor Company ingin membawa rasa penasaran itu lebih jauh dengan memasukkan teknologi EV ke materi pelajaran sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Lewat program Hyundai Universal Solution, Hyundai menyiapkan ruang belajar bergerak berbasis bus listrik untuk menjangkau 13 SMP di Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Program yang diluncurkan di Hyundai Motorstudio Senayan Park, Jakarta, pada 21 Oktober 2026 ini menargetkan sekitar 1.300 siswa kelas VIII dan 130 guru selama periode Oktober 2026 hingga Oktober 2027.

Materinya bukan cuma menjelaskan bahwa mobil listrik menggunakan baterai sebagai sumber energi. Hyundai bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Save the Children, New Future Indonesia, serta sekolah peserta akan mengembangkan pembelajaran STEM yang disesuaikan dengan kurikulum nasional. Siswa akan diajak memahami teknologi kendaraan listrik, energi, keberlanjutan lingkungan, hingga bagaimana sebuah kota dirancang.

Salah satu pendekatannya memakai game Minecraft. Melalui 16 misi interaktif, siswa bisa mempelajari beragam persoalan, mulai dari polusi udara dan struktur kendaraan listrik sampai baterai, fasilitas pengisian daya, serta perancangan kota. Ada juga materi yang mengajak siswa menyusun usulan kebijakan, sehingga pembelajaran tidak berhenti pada mengenali komponen kendaraan.

Selain game, program ini menyediakan tiga video animasi edukatif, kit kendaraan listrik, permainan kartu, puzzle, dan board game. Materi tersebut dirancang untuk menggabungkan penjelasan digital dengan aktivitas praktik. Jadi, konsep yang biasanya terasa abstrak dalam pelajaran bisa diperkenalkan lewat simulasi dan kegiatan yang lebih dekat dengan pengalaman siswa.

Bagian yang paling menarik ada pada kendaraan yang dipakai untuk mengantarkan materi tersebut. Hyundai akan mengoperasikan satu bus listrik sebagai kelas keliling yang mengunjungi sekolah peserta setiap minggu. Bus ini dilengkapi tablet dan perangkat pembelajaran agar siswa bisa mengakses materi digital, termasuk konten berbasis Minecraft, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yang tersedia di sekolah.

Namun, satu bus tentu punya jangkauan operasional yang terbatas. Dengan 13 sekolah yang menjadi sasaran, efektivitas program juga akan bergantung pada pelaksanaan kunjungan rutin dan bagaimana waktu belajar di setiap sekolah dimanfaatkan. Hyundai menyebut program ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber daya pembelajaran, bukan sekadar menghadirkan pengalaman naik bus listrik.

Hyundai juga menyiapkan panduan bagi guru yang berisi alur kegiatan, strategi pendampingan, lembar kerja, dan materi penilaian. Materi pembelajaran tersebut dirancang agar tetap bisa digunakan setelah program berakhir pada Oktober 2027. Artinya, guru diharapkan dapat melanjutkan kegiatan belajar secara mandiri tanpa selalu menunggu kedatangan bus. Seberapa jauh materi itu benar-benar dipakai secara rutin di kelas akan menjadi bagian penting dari keberlanjutan program.

Indonesia menjadi negara pertama di luar Korea yang menjalankan Hyundai Universal Solution setelah program tersebut diluncurkan di negara asal Hyundai pada Juli 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari program global Creating Shared Value (CSV) Hyundai Motor bertajuk Hyundai Continue, yang mengusung visi perusahaan Progress for Humanity. Bagi Hyundai, pendidikan STEM menjadi salah satu cara untuk membawa pembahasan teknologi mobilitas masa depan keluar dari industri otomotif dan masuk ke ruang belajar generasi berikutnya.