Maximo Quiles punya kemewahan yang tidak dimiliki pembalap lain di Moto3 Malaysia. Ia bisa melihat lintasan di depannya tanpa harus terlalu sibuk memikirkan siapa yang akan menyerang dari belakang. Keunggulannya sudah cukup jauh. Pada saat itu, pertarungan sesungguhnya justru sedang berlangsung beberapa detik di belakangnya.

Di sana ada Veda Ega Pratama. Pembalap Indonesia itu sedang mempertahankan posisi kedua, tetapi tiga orang di belakangnya belum berniat mengakhiri pekerjaan mereka. David Almansa, Daniel Carpe, dan Hakim Danish punya kepentingan masing-masing. Mereka datang dengan kecepatan, strategi, dan kesempatan untuk merebut podium.

LAP 9: Lampu Sorot Beralih ke Rombongan Kedua
Quiles sudah unggul 1,8 detik di depan. Kamera televisi pun mulai meninggalkan posisinya dan beralih ke rombongan kedua. Veda #9 berada di P2, dengan Carpe #83 di sisi dalam, Hakim Danish #64 di tengah menggunakan livery Bunga Raya edisi Sepang, serta Almansa #22 di sisi luar. Memasuki T1 Sepang, jarak keempat pembalap itu masih berada dalam rentang 0,6 detik.

LAP 10: Danish Menyerang di Depan Publiknya
Berangkat dari posisi start ketiga, Danish mulai mencari celah dengan memanfaatkan slipstream Veda di back straight kedua, disambut penonton Malaysia yang mulai berdiri. Saat memasuki T9, Danish mencoba mengambil sisi dalam dan sempat berada di posisi kedua. Namun, Veda segera membalas di T10 melalui pengereman terlambat. Dengan motor yang tetap stabil saat memasuki tikungan, pembalap Honda Team Asia itu kembali mengamankan posisinya. Carpe dan Almansa masih menguntit, menunggu kesempatan untuk ikut menyerang.

LAP 11: KTM Mulai Mengambil Peran
Carpe, yang sebelumnya kurang baik saat start, mulai meningkatkan tekanannya. Motor Red Bull KTM Ajo terlihat memiliki keunggulan di lintasan lurus. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk mengambil posisi ketiga dari Danish di T14. Urutan di belakang Quiles kini berubah menjadi Veda, Carpe, Danish, dan Almansa. Jarak antarpembalap begitu rapat, dengan masing-masing terus mencari ruang untuk mendahului.

Alvaro Carpe, Moto3 Race, Malaysian MotoGP, 1 November 2026 // Gold & Goose / Red Bull Content Pool // SI202611010103 // Usage for editorial use only //

LAP 12: Momentum Indonesia
Veda menjaga racing line dengan rapi. Menyadari keterbatasan NSF250RW dalam kecepatan puncak, ia berusaha memaksimalkan sektor yang lebih mengandalkan corner speed. Memasuki rangkaian tikungan T2-T3 yang membentuk S, Veda membuka gas lebih awal dan menciptakan jarak sekitar 0,2 detik dari Carpe. Belum cukup untuk menjauh, tetapi setidaknya memberi sedikit ruang. Di tribun, bendera Merah Putih berkibar di tengah riuh penonton.

LAP 13: Almansa Ikut Menekan
Almansa #22, yang mencatatkan waktu tercepat pada sesi Practice Jumat, mulai mengambil inisiatif. Ia melewati Danish di T4 dan membuat pembalap Malaysia itu turun ke posisi keempat. Danish tidak membiarkan posisi tersebut bertahan lama. Ia membalas di T6 dan keduanya sempat bersaing berdampingan, dengan jarak yang sangat tipis. Di depan mereka, Carpe semakin dekat dengan Veda. Ban depan motornya mulai terlihat mengikuti rapat bagian belakang motor pembalap Indonesia itu.

LAP 14: Pertarungan Menentukan
Carpe mencoba mengambil alih posisi kedua di lintasan lurus terakhir sebelum tikungan T15. Keluar dari T13 dengan kecepatan lebih tinggi, ia berhasil menyamai posisi Veda. Keduanya kemudian melakukan pengereman terlambat menjelang hairpin T15. Veda mengambil jalur lebih dalam dan berhasil mempertahankan posisi kedua. Sementara itu, persaingan Danish dan Almansa di belakang berlangsung ketat. Danish kehilangan momentum setelah keduanya saling menutup jalur, sehingga posisinya tetap berada di urutan keempat.

LAST LAP* Mempertahankan Posisi di Malaysia
Kamera televisi kini sepenuhnya mengikuti pertarungan Veda dan Carpe. Mengetahui keunggulan Carpe dalam kecepatan puncak, Veda berusaha menutup jalur menyalip, terutama di sisi dalam tikungan. Ia menjaga posisi motornya agar Carpe tidak mendapat ruang untuk masuk. Carpe kembali mencoba di T9, tetapi gagal. Danish juga melancarkan serangan terakhir di T14, namun tidak berhasil mengubah posisinya.

Di garis finis, Quiles lebih dulu menyelesaikan balapan dengan keunggulan 3,734 detik. Namun, perhatian kamera tertuju pada perebutan posisi kedua. Veda mengangkat tangan setelah memastikan podium, sementara Carpe menggelengkan kepala. Danish menunduk di atas motor AEON Credit miliknya. Pertarungan antara para rookie Asia Tenggara itu akhirnya berakhir dengan Veda sebagai pembalap yang mengamankan posisi kedua di Sepang.

Itu pelampiasan pole Phillip Island yang dibatalkan minggu lalu.
Minggu yang tertunda, jadi kenyataan.
Merah Putih yang dibanggakan Veda dan kita semua!