Di paddock Moto3, orang biasanya sibuk membicarakan hal teknis. Ya motor, ban, strategi, atau evaluasi hasil latihan. Veda Ega Pratama punya urusan lain sebelum menjalani wawancara televisi. Ia membawa sekotak camilan dan menawarkannya kepada Maximo Quiles, sang juara dunia Moto3 2026. Diduga itu adalah belalang goreng, cemilan khas asal Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta (dalam bahasa Jawa disebut walang goreng).

Nawarin makanan saat balapan tuh sudah random banget.
Secara timing, Veda dan Quiles berada di Parc Ferme alias Podium Finishers’ Park.
Lah ini malah walang goreng yang dimasukkan ke dalam thinwall (wadah makanan berupa plastik bening)!

Apalagi bukan sembarang orang yang sedang Veda tawari makanan. Quiles adalah pembalap yang baru saja memenangi balapan Moto3 Malaysia di Sepang. Veda sendiri finis sebagai runner-up. Keduanya baru saja menyelesaikan urusan masing-masing di lintasan, tetapi Veda tampaknya masih punya agenda sosial yang tidak tercantum dalam jadwal tim.

Kotak yang dibawanya diduga berisi belalang goreng, camilan yang cukup dikenal sebagai buah tangan khas Gunungkidul, Yogyakarta. Tentu saja, kita tidak bisa memastikan isinya hanya dari dugaan. Namun, jika benar demikian, Veda sedang menawarkan salah satu identitas kuliner kampung halamannya kepada seorang pembalap Spanyol.

Reaksi Quiles terhadap tawaran itu mengundang tawa. Wajar saja. Tidak setiap hari seorang juara dunia mendapat tawaran mencicipi camilan khas Gunungkidul di tengah kesibukan kejuaraan dunia. Apalagi tawaran itu datang dari pembalap yang beberapa saat sebelumnya menjadi pesaingnya di lintasan.

Yang membuat adegan ini menarik adalah cara Veda melakukannya. Ia tidak sedang menjalankan agenda promosi pariwisata, tidak pula sedang memperkenalkan produk sponsor. Ia hanya membawa sesuatu dan ingin membaginya dengan orang lain. Kepada siapa? Ya, kepada sang juara dunia. Rupanya urusan gelar tidak menjadi pertimbangan dalam menentukan siapa yang pantas ditawari camilan.

Ada keramahan yang terasa akrab dalam gestur tersebut. Orang Gunungkidul punya tradisi kuliner yang cukup khas, dan belalang goreng merupakan salah satu yang paling dikenal. Bagi sebagian orang, melihatnya mungkin sudah cukup membuat dahi berkerut. Bagi masyarakat yang terbiasa menikmatinya, ini camilan biasa. Barangkali Veda ingin Quiles mengenal sedikit pengalaman yang berbeda dari kesehariannya di Eropa.

Untuk Veda, “Guyon ki ojo kelewatan. Nek kelewatan ngko mutere kadohan.”
Untuk Quiles, “Ikhlas iku koyok keset, dipidek-pidek tetep kudu welcome.”
Untuk Gunung Kidul, “Bangga lah dipromosikan identitasmu.”

Wonderful Indonesia!