Ngomongin Jeep Wrangler Rubicon, yang terbayang biasanya SUV berwajah sangar, siap diajak masuk hutan, menerjang lumpur, atau merayapi bebatuan.

Warna bodinya pun sering kali mengikuti pakem tersebut. Hitam, abu-abu, hijau, atau warna-warna yang terkesan siap tempur.

Tapi Jeep Indonesia punya selera lain kali ini. Mereka membawa Wrangler Rubicon 4-Door dengan warna Tuscadero, magenta terang yang seolah tidak peduli dengan pakem SUV macho.

Jangan salah, ini bukan Wrangler yang kehilangan taring gara-gara kebanyakan ‘main salon’. Di balik warna yang cukup mencolok tersebut, Tuscadero tetaplah Rubicon dengan segala perangkat off-road andalannya. Jeep justru ingin menawarkan perspektif berbeda bahwa pemilik kendaraan 4×4 tidak harus selalu tampil garang untuk menunjukkan identitasnya.

COO Jeep Indonesia, Ario Soerjo, menyebut warna Tuscadero sebagai salah satu cara bagi konsumen untuk mengekspresikan karakter dan memaknai kebebasan.

“Jeep Wrangler selalu identik dengan kebebasan, bukan hanya dalam menjelajahi berbagai medan, tetapi juga dalam mengekspresikan karakter penggunanya. Melalui warna Tuscadero, kami ingin menghadirkan pilihan yang lebih berani dan ekspresif bagi konsumen Indonesia. Kami percaya bahwa setiap orang memiliki cara tersendiri dalam memaknai kebebasan, dan Tuscadero menjadi salah satu representasi dari semangat tersebut,” ujarnya.

Ada cerita menarik di balik namanya. Rona deep and intense chromatic magenta ini terinspirasi dari Pinky Tuscadero, karakter dalam sitkom Amerika Serikat era 1970-an berjudul Happy Days. Jadi, warna yang sekarang menempel di bodi Rubicon ini punya jejak budaya pop, bukan sekadar eksperimen desainer yang sedang bosan dengan warna hitam.

Secara visual, magenta Tuscadero memang memberikan kontras menarik dengan desain Wrangler yang serba tegas. Grille tujuh slot, bodi mengotak, dan proporsi khas off-roader tetap dipertahankan. Tidak ada kompromi pada identitasnya. Hanya saja, kali ini Wrangler datang dengan penampilan yang lebih berani. Bisa jadi, justru mobil lain yang harus minggir ketika si pink ini lewat.

Urusan performa tidak ikut berubah menjadi kalem. Wrangler Rubicon Tuscadero dibekali mesin 2.0L GMET4 DOHC Turbo dengan ESS yang menghasilkan tenaga 270 PS pada 5.250 rpm dan torsi 400 Nm pada 3.000–4.500 rpm. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis 8-percepatan dan sistem penggerak Rock-Trac Active On-Demand 4×4. Modal off-road-nya mencakup transfer case 4:1, crawl ratio 77,2:1, Tru-Lok pada diferensial depan dan belakang, Electronic Front Sway Bar Disconnect, Performance Suspension, serta Heavy Duty Dana Full-Float Rear Axle.

Perlengkapannya juga tidak main-main. Ada ban off-road 32 inci, velg alloy 17 inci, Programmable Auxiliary Switch Bank, dan Off-Road+ Mode. Sementara kabinnya dibekali jok Nappa Leather dengan pengaturan elektrik 12 arah untuk kursi depan, tuas transmisi dan rem parkir berlapis kulit, serta sistem Uconnect dengan layar sentuh 12,3 inci dan Satellite Navigation. Jeep juga menyertakan Forward Facing TrailCam untuk membantu pengemudi memantau kondisi medan di depan kendaraan ketika sedang bermain di jalur off-road.

Menurut Ario, warna menjadi salah satu elemen yang bisa membuat kendaraan terasa lebih personal bagi pemiliknya.

“Kami melihat warna sebagai salah satu cara bagi pelanggan untuk menjadikan kendaraan lebih personal. Melalui Tuscadero, Jeep Wrangler menawarkan pilihan tampilan yang berbeda bagi mereka yang ingin mengekspresikan gaya dan karakter masing-masing, dengan tetap mempertahankan desain ikonik serta kapabilitas yang menjadi ciri khas Wrangler,” tambahnya.

Jeep Wrangler Rubicon 4-Door Tuscadero dipasarkan melalui PT Indomobil National Distributor dengan harga Rp 2.421.000.000 OTR Jakarta.

Berdasarkan informasi saat peluncuran, Jeep hanya menyediakan dua unit untuk pasar Indonesia pada 2026. Satu unit sudah dipesan konsumen, sehingga tersisa satu unit ketika informasi tersebut disampaikan.