Urusan penyu mungkin terdengar jauh dari dunia otomotif. Tapi di pesisir Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sudah 13 tahun berjalan bersama Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih.

Kolaborasi itu bermula pada 2013 dan masih berlanjut hingga sekarang. Dukungannya masuk lewat program “Penyu untuk Indonesia”, yang berada di bawah pilar tanggung jawab sosial perusahaan “Hijau Bersama Daihatsu”.

Angka 13 tahun itu punya arti tersendiri. Daihatsu sudah lebih dulu hadir di Perancak sebelum Kalpataru 2017 maupun Kalpataru Lestari 2026 sampai ke tangan Kurma Asih.

Kalau ditarik garis waktunya, ada empat titik penting dalam perjalanan ini. Kurma Asih berdiri pada 1997, Daihatsu bergabung pada 2013, Kalpataru datang pada 2017, dan Kalpataru Lestari menyusul pada 2026.

Titik awalnya ada di 1997, ketika Kurma Asih berdiri di Perancak. Yang berubah lebih dulu justru cara pandang warga terhadap penyu.

Sebagian warga yang sebelumnya berburu penyu beralih menjadi pelindung satwa tersebut. Pemicunya, penyu semakin sulit ditemukan.

Kesadaran itu mendorong tumbuhnya gerakan konservasi yang terus dijalankan bersama masyarakat. Di Perancak, perubahan dimulai dari warga, lalu diperkuat dukungan berbagai pihak.

Daihatsu mengambil peran lewat bantuan sarana dan prasarana konservasi. Bantuan itu menunjang kegiatan pelestarian, sekaligus fungsi Kurma Asih sebagai tempat belajar bagi masyarakat.

Dengan fungsi tersebut, Kurma Asih jadi ruang bagi warga dan pengunjung untuk mengenal penyu lebih dekat, selain tempat penyu dirawat. Kolaborasi lintas pihak ini diharapkan dapat memperkuat kegiatan konservasi dan menjaga keterlibatan warga dalam melindungi penyu.

Kegiatan yang didukung mencakup penyelamatan dan perawatan penyu serta tukik, yakni anak penyu. Selain itu ada edukasi bagi masyarakat dan pengunjung, serta pembersihan pantai.

Semuanya dijalankan dengan melibatkan masyarakat setempat. Lewat cara itu, upaya pelestarian berlangsung berkelanjutan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.

Di sisi edukasi, Kurma Asih memperkenalkan upaya perlindungan penyu kepada masyarakat dan pengunjung. Lewat edukasi, kepedulian terhadap penyu diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Program konservasi binaan Daihatsu juga membuka kesempatan belajar bagi pelajar, mahasiswa, serta wisatawan. Jadi yang datang ke Perancak tidak melulu warga sekitar.

Kebersihan pantai ikut mendapat perhatian. Pesisir merupakan bagian dari habitat penyu, sehingga perlindungannya perlu berjalan bersama kegiatan konservasi.

Aksi pembersihan pantai mengajak masyarakat mengambil peran lewat langkah sederhana yang bisa dilakukan bersama. Aksi ini sekaligus memperkuat hubungan antara pelestarian satwa dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Kerja panjang itu mendapat pengakuan nasional lewat penghargaan Kalpataru Lestari 2026. Penghargaan tersebut diterima I Wayan Anom Astika Jaya selaku ketua kelompok.

Kalpataru Lestari melengkapi pencapaian Kalpataru yang sudah diraih Kurma Asih pada 2017. Penghargaan ini mengapresiasi konsistensi mereka melestarikan penyu, menjaga ekosistem pesisir, dan mengajak masyarakat berperan aktif dalam perlindungan lingkungan.

Bagi Daihatsu, dukungan kepada Kurma Asih merupakan kontribusi jangka panjang yang bertumpu pada kolaborasi dengan masyarakat, sekaligus bagian dari upaya merawat alam Bali agar tetap lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang. Melalui semangat Hijau Bersama Daihatsu, perusahaan terus mendorong partisipasi masyarakat menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.