Di Honda, urutan merancang mobil ternyata dimulai dari pertanyaan sederhana: berapa banyak orang dan barang yang harus muat? Baru kemudian mesin dicarikan tempat.

Cara berpikir itu disebut Man Maximum, Machine Minimum (M/M Principle) dan jadi salah satu bahasan di Honda Auto Technology Workshop Indonesia yang digelar PT Honda Prospect Motor pada 29-30 Oktober 2026 di Indonesia Safety Driving Centre (ISDC), Tangerang Selatan.

Artinya, ruang untuk manusia dimaksimalkan dan ruang yang dibutuhkan komponen mekanis diminimalkan. Ukuran, bentuk, dan penempatan komponen diatur supaya tersedia lebih banyak ruang yang berguna bagi penumpang dan barang.

Dampaknya dirasakan lewat kenyamanan kabin, fleksibilitas kursi, dan kemudahan memakai mobil sehari-hari. Walaupun teknologi terus berkembang, prinsip ini tetap dipakai pada berbagai model Honda dari masa ke masa.

Tiga Mobil Lawas yang Jadi Contoh

N360 (1967) dikembangkan dari kebutuhan kabin yang bisa memuat empat orang dewasa dalam dimensi mobil kecil. Mesin ringkas dan penggerak roda depan membantu mengurangi kebutuhan ruang mekanis, sehingga lebih banyak ruang tersedia bagi penumpang.

City (1981) lewat konsep Tall Boy memakai bodi lebih tinggi dan posisi duduk lebih tegak. Pendekatan ini mengoptimalkan kabin dalam dimensi kompak, sekaligus mendukung pandangan pengemudi dan kemudahan keluar-masuk.

Fit (2001), yang di Indonesia dikenal sebagai Jazz, menggunakan center tank layout dengan tangki bahan bakar di bawah kursi depan. Penempatan ini membuka ruang di bawah kursi belakang, sehingga konfigurasi kursi bisa fleksibel dan area barang jadi lebih berguna.

Pengemasan Komponen di Era Hybrid dan Listrik

Dari pengemasan mesin dan tangki bahan bakar sampai penataan sistem hybrid dan baterai mobil listrik, Honda terus memakai M/M Principle untuk menyiapkan ruang yang mendukung kebutuhan manusia. Honda menekankan bahwa prinsip ini tidak hanya soal luasnya kabin. Desain, pengemasan komponen, dan pengaturan ruang juga dikembangkan supaya mobil lebih fungsional sesuai kebutuhan penggunanya.

Di workshop ini, penerapannya diperlihatkan lewat sesi static display dengan lima model, yaitu Honda STEP WGN hybrid, CR-V hybrid, Civic hybrid, BR-V, dan SUPER-ONE. Masing-masing menunjukkan bagaimana pengaturan ruang, pengemasan komponen, dan fungsi mobil bisa disesuaikan untuk beragam aktivitas, dari perjalanan keluarga sampai mobilitas harian.

Honda STEP WGN hybrid menerapkannya lewat kabin yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan keluarga. Flexible Captain Seats memungkinkan posisi kursi baris kedua diatur, sementara In-floor Magic Seat membuat kursi baris ketiga bisa dilipat ke dalam lantai untuk menciptakan bagasi yang lebih luas.

Semua itu dilengkapi 100 Family-Focused Functions, yaitu berbagai fungsi yang dirancang untuk kenyamanan dan kepraktisan selama perjalanan bersama keluarga.

Honda CR-V hybrid mengemas komponen baterai hybrid secara efisien sehingga kabin tetap nyaman dan bagasi tetap praktis. Kursi belakangnya bisa dilipat untuk membawa barang yang lebih besar. Perjalanan dilengkapi Honda CONNECT dan sistem audio premium BOSE, lewat konsep Stay Connected. Immersive Experience.

Honda Civic hybrid menawarkan 60/40 Split-Folding Rear Seats. Sebagian kursi belakang bisa dilipat untuk membawa barang panjang tanpa harus melipat seluruh kursi belakang.

Honda BR-V punya kabin serbaguna yang dirancang untuk tujuh penumpang sekaligus barang bawaannya. Fleksibilitas ruang ini mendukung kebutuhan keluarga, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan bersama.

Pada tipe Prestige, BR-V dilengkapi Multi-View Camera Assist (MVCA) with Digital Video Recorder (DVR). Sistem empat kamera ini membantu pengemudi melihat kondisi sekitar mobil dari berbagai sudut saat bermanuver, sekaligus berfungsi merekam video.

Honda SUPER-ONE menerapkan prinsip yang sama lewat pengemasan dan penempatan baterai yang efisien, demi mengoptimalkan kabin di bodi mobil listrik yang kompak. Lewat fitur ULTRA Seats, kursi belakang bisa dilipat untuk memperluas bagasi, atau bantalan kursinya diangkat untuk menampung barang yang lebih tinggi. Dimensi yang kompak tetap bisa mendukung berbagai kebutuhan praktis penggunanya.