Lonjakan mobilitas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diantisipasi serius oleh ASTRA Infra. Operator jalan tol ini memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman dan nyaman dengan menyiapkan berbagai fasilitas keselamatan, armada operasional siaga, hingga pemantauan lalu lintas real-time di seluruh ruas tol yang dikelolanya.

Sejumlah infrastruktur keselamatan aktif disiagakan, mulai dari wire rope di area rawan kecelakaan untuk menahan kendaraan agar tak keluar jalur, rumble dot sebagai garis kejut peringatan dini, lampu strobo di titik-titik tertentu, hingga speed reducer yang memberi efek ilusi optik agar pengendara menurunkan kecepatan. Seluruh fasilitas ini dirancang untuk menekan risiko kecelakaan, terutama saat volume kendaraan meningkat.

Pengawasan lalu lintas juga diperkuat lewat 557 unit CCTV beresolusi tinggi yang terhubung langsung ke command center ASTRA Infra. Dengan sistem ini, setiap insiden di ruas tol bisa dipantau secara real-time dan ditangani lebih cepat. Untuk mendukung operasional lapangan, ASTRA Infra menyiagakan 86 unit kendaraan operasional beserta petugas yang berjaga 24 jam penuh.
Tak hanya soal keselamatan, kenyamanan pengguna jalan juga jadi perhatian. Selama periode liburan, ASTRA Infra menambah fasilitas pendukung seperti toilet tambahan di rest area, membuka gardu transaksi ekstra, serta mengaktifkan mobile reader guna memperlancar arus transaksi di gerbang tol.

Dari sisi trafik, data mencatat pada H-2 Hari Raya Natal (23 Desember 2025) sebanyak 293.678 kendaraan melintasi tiga ruas tol utama ASTRA Infra, antara lain Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, dan Jombang–Mojokerto. Ruas Tangerang–Merak mencatat trafik tertinggi dengan 178 ribu kendaraan, naik 11,1 persen dibanding lalu lintas harian normal dan tumbuh 3,7 persen dibanding periode Nataru tahun lalu.
Sementara itu, Tol Cikopo–Palimanan dilintasi sekitar 77 ribu kendaraan, melonjak 49 persen dari kondisi normal dan naik 4 persen secara tahunan. Di Tol Jombang–Mojokerto, volume kendaraan mencapai 38 ribu unit, meningkat 50 persen dari lalu lintas normal meski sedikit turun 2 persen dibanding Nataru sebelumnya.
ASTRA Infra juga mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan matang, menghindari jam puncak, serta rutin memantau informasi rekayasa lalu lintas. Pengendara disarankan beristirahat setiap maksimal empat jam berkendara, tidak berhenti di bahu jalan kecuali darurat, dan saat hujan membatasi kecepatan maksimal 70 km/jam demi keselamatan.

Bagi pengguna jalan yang membutuhkan bantuan, ASTRA Infra menyediakan layanan call center 24 jam di setiap ruas tol yang dikelolanya, memastikan libur Nataru tetap aman, lancar, dan nyaman dari awal hingga tujuan. ![]()
