Ekspedisi “Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025” resmi memasuki babak baru. Setelah menempuh perjalanan lebih dari 3.000 kilometer, New Toyota Veloz Hybrid EV kini melanjutkan rutenya ke Pulau Sumatera. Perjalanan panjang ini menjadi bukti nyata kesiapan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) Toyota menghadapi kondisi geografis Indonesia yang beragam.
Dimulai dari Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 2 Desember lalu, satu unit New Veloz Hybrid EV dikendarai secara estafet oleh jurnalis media nasional. Dalam waktu 20 hari, mobil ini melintasi enam provinsi dan lebih dari 20 kota, mulai dari jalur pesisir hingga medan berbukit, tanpa kendala berarti.

Masuknya ekspedisi ke Sumatera diawali dari Lampung, lalu berlanjut ke Palembang, Jambi, Padang, Bukittinggi, Pekanbaru, hingga Danau Toba sebelum ditutup di Medan. Rute panjang ini menjadi pengujian riil efisiensi, daya tahan, serta kenyamanan Veloz Hybrid EV di berbagai kondisi jalan.
Menurut Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, perjalanan ini bukan sekadar uji jarak jauh. Toyota ingin membuktikan bahwa Veloz Hybrid EV mampu menghadirkan mobilitas yang aman, nyaman, dan efisien untuk semua kalangan, tanpa rasa khawatir saat digunakan lintas daerah.
Selama perjalanan, performa sistem hybrid Veloz terbukti konsisten. Transisi tenaga yang halus, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta kabin yang tetap nyaman menjadi poin utama yang dirasakan para pengemudi estafet, bahkan setelah perjalanan ribuan kilometer.
Ekspedisi ini juga memperlihatkan bagaimana teknologi hybrid Toyota bukan sekadar konsep, melainkan solusi nyata yang siap digunakan sehari-hari oleh keluarga Indonesia, termasuk untuk perjalanan jarak jauh lintas pulau.
Dengan memasuki Sumatera, ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa semakin menegaskan komitmen Toyota dalam menghadirkan kendaraan ramah lingkungan yang relevan dengan kebutuhan mobilitas nasional. ![]()
