Perjalanan Kia di Indonesia belum selesai, bahkan justru memasuki babak baru. Setelah lebih dari dua dekade hadir dan tumbuh bersama pasar otomotif nasional, brand asal Korea Selatan ini tengah menyiapkan fase lanjutan yang disebut-sebut bakal membawa pendekatan lebih fokus, adaptif, dan berorientasi masa depan.

Langkah ini bukan muncul tiba-tiba. Kia menegaskan bahwa fase baru tersebut lahir dari refleksi panjang atas perjalanan mereka selama 25 tahun di Indonesia, sekaligus respons atas dinamika industri otomotif yang kian cepat berubah. Mulai dari perubahan gaya hidup konsumen, lonjakan teknologi, hingga tuntutan pengalaman kepemilikan yang makin kompleks.

Dalam keterangan resminya, Kia menyebutkan bahwa kehadiran entitas baru akan menjadi bagian dari strategi untuk semakin mendekatkan diri ke konsumen Indonesia. Tujuannya jelas, membangun struktur yang lebih siap menghadapi masa depan, sekaligus menjaga relevansi merek di tengah persaingan yang semakin ketat.

Selama ini, Kia dikenal cukup konsisten menghadirkan produk lintas segmen. Dari Kia Picanto sebagai city car yang ringkas, Carens yang lekat dengan kebutuhan keluarga, hingga Seltos dan Sonet yang menyasar generasi urban. Tak berhenti di situ, Kia juga sudah masuk lebih jauh ke era elektrifikasi lewat EV6 dan EV9, sebuah sinyal bahwa mereka serius menatap mobilitas masa depan di Indonesia.

Namun di tengah pasar yang dinamis, pendekatan produk saja tak lagi cukup. Konsumen kini menilai brand secara menyeluruh, mulai dari kualitas kendaraan, layanan purna jual, hingga kepercayaan jangka panjang. Inilah yang mendorong Kia untuk menyiapkan fondasi bisnis yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Bayu Riyanto, Managing Director of Kia Sales Indonesia, mengatakan, “Kia percaya bahwa keberlanjutan sebuah brand dibangun melalui konsistensi, kepercayaan, dan kemampuan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar.”

Menurut Kia, fase baru ini akan membuka ruang pengambilan keputusan yang lebih adaptif, memperkuat kedekatan dengan pasar, serta memberi kontribusi yang lebih relevan bagi ekosistem otomotif nasional. Fokusnya tak hanya pada produk, tapi juga pengalaman kepemilikan dan kesiapan menghadapi transformasi teknologi serta isu keberlanjutan.

“Untuk saat ini, satu hal yang dapat dipastikan bahwa Kia berkomitmen untuk terus tumbuh bersama Indonesia, dengan semangat baru yang dibangun di atas perjalanan panjang yang telah dilalui,” tutup Bayu.