Hyundai Motor Group menegaskan bahwa AI Robotics bukan sekadar teknologi pameran, melainkan bisnis masa depan yang siap dikomersialkan. Lewat strategi yang diperkenalkan di CES 2026, Hyundai menyiapkan langkah konkret untuk membawa robot dari lantai pabrik ke berbagai sektor industri melalui pendekatan layanan dan investasi jangka panjang.
Salah satu kunci utama strategi ini adalah penerapan Robotics-as-a-Service (RaaS). Model ini mengubah robotika dari skema pembelian satu kali menjadi layanan berbasis langganan, sehingga menurunkan biaya awal bagi pelanggan dan mempercepat pengembalian investasi. Hyundai tidak hanya menyediakan robot, tetapi juga menangani pembaruan perangkat lunak, pemeliharaan, hingga pemantauan jarak jauh.
Pendekatan RaaS memungkinkan pelanggan mendapatkan performa robot yang terus meningkat berkat pembaruan software over-the-air (OTA) dan integrasi data operasional secara real-time. Dengan sistem ini, robot dapat terus belajar dari penggunaan di lapangan, sekaligus memberikan keandalan jangka panjang bagi berbagai kebutuhan industri.
Untuk mendukung skala komersialisasi, Hyundai Motor Group menargetkan pembangunan sistem produksi robot yang dapat ditingkatkan hingga 30.000 unit per tahun mulai 2028. Kapasitas ini menjadi fondasi penting bagi perluasan penggunaan robot humanoid Atlas serta solusi robotika lainnya ke sektor di luar otomotif.

Hyundai juga menyiapkan penerapan bertahap robot humanoid Atlas di jaringan pabrik globalnya. Mulai 2028, Atlas akan difokuskan pada tugas-tugas sistematik yang sangat repetitif, sebelum diperluas ke pekerjaan perakitan yang lebih kompleks pada 2030. Setelah tervalidasi, penggunaan Atlas akan diperluas ke berbagai fasilitas industri secara global.
Langkah komersialisasi ini diperkuat oleh investasi besar Hyundai Motor Group. Perusahaan berencana menginvestasikan KRW 125,2 triliun di Korea Selatan dalam lima tahun ke depan, dengan fokus utama pada pengembangan robotika berbasis AI. Selain itu, investasi sebesar USD 26 miliar di Amerika Serikat juga disiapkan untuk memperluas kolaborasi di bidang robotika, AI, dan teknologi masa depan.
Melalui strategi komersialisasi, RaaS, dan investasi agresif ini, Hyundai Motor Group memosisikan diri bukan hanya sebagai produsen robot, tetapi sebagai mitra jangka panjang bagi industri. Pendekatan ini diyakini akan mempercepat adopsi AI Robotics secara luas dan menjadikan robot bagian integral dari ekosistem industri masa depan. ![]()
