Di dunia audio mobil, ada satu pertanyaan yang sering muncul diam-diam:

“Kenapa sistem yang harganya selangit masih terasa kurang ‘hidup’?

Speaker mahal, amplifier kelas atas, tuning rapi, tapi saat volume dinaikkan, emosi yang diharapkan tak sepenuhnya hadir.

Harmonic Harmony melihat masalah ini bukan dari sisi komponen utama, melainkan dari pondasi yang kerap diabaikan, yakni kualitas listrik dan akustik kabin. Lewat dua produk terbarunya, EHD Reference dan AHD (Acoustic Harmony Device) Series, brand ini mencoba membereskan akar persoalan yang selama ini luput dari perhatian banyak penggemar audio.

Pengembangan EHD Reference dan AHD Series sendiri bukan proses instan. Harmonic Harmony menghabiskan riset selama 2,5 tahun untuk memastikan kedua perangkat ini benar-benar bekerja sebagai sistem pendukung, bukan sekadar aksesoris tambahan.

EHD Reference berfungsi membersihkan gangguan listrik dari sistem kelistrikan mobil, noise kecil yang sering tak terdengar secara kasat telinga, tapi sangat memengaruhi kejernihan dan emosi suara. Dengan teknologi terbaru dan material berkualitas tinggi, EHD Reference mampu menurunkan kebisingan tanpa mengubah karakter suara asli audio system. Dibanding generasi sebelumnya, kapasitas kerjanya kini dua kali lebih besar, membuatnya relevan untuk sistem audio modern yang semakin kompleks.

Sementara itu, AHD Series hadir untuk mengatasi sisi lain yang tak kalah krusial, yakni kabin mobil. Dengan mengontrol medan elektromagnetik menggunakan material seperti carbon fiber, AHD bekerja meredam gaung dan resonansi yang kerap membuat suara terasa ‘kosong’ atau melebar tak terkontrol. Berbeda dengan solusi pasif, AHD menggunakan daya langsung dari listrik mobil (12V), sehingga performanya lebih konsisten dan bisa dipasang tersembunyi tanpa mengganggu tampilan interior.

AHD Series tersedia dalam dua varian, Standard dan Reference, di mana versi Reference menawarkan tingkat kontrol hingga tiga kali lebih kuat untuk hasil akustik yang lebih presisi.

Menurut Anderas Tjahjadi, CEO Audio Plus Indonesia, peran EHD dan AHD memang bukan untuk menggantikan perangkat utama audio mobil. Fokusnya justru mengembalikan rasa bermusik yang sering hilang.

Ia menjelaskan bahwa EHD dan AHD bekerja mengontrol kualitas akustik secara menyeluruh. EHD membersihkan noise listrik, sementara AHD mengatur akustik kabin. Dengan begitu, musik terdengar lebih hidup dan emosional, mendekati sensasi mendengarkan pertunjukan langsung. Hasil akhirnya digambarkan seperti menikmati konser mahal: energik, detail, dan vibrasi suara yang terasa natural.

Saat EHD Reference dan AHD Series dipadukan, peningkatannya terasa signifikan. Fokus suara lebih rapi, bass tidak lagi ‘bleber’, dan panggung suara terasa lebih natural serta seimbang. Bukan dibuat-buat, tapi mengalir seperti seharusnya.

Dengan pendekatan modular, pengguna juga bisa meningkatkan sistem audio secara bertahap sesuai kebutuhan dan bujet. Strategi ini menyasar pasar menengah ke atas, khususnya mereka yang sudah memiliki sistem audio mumpuni dan ingin menaikkan kualitas tanpa harus bongkar total.

Menariknya, produk Harmonic Harmony tak hanya bermain di pasar domestik. Hingga saat ini, sekitar 2.000 unit telah terjual ke pasar luar negeri, menandakan bahwa pendekatan ‘membereskan pondasi’ ini punya daya tarik global.

Lewat EHD Reference dan AHD Series, Harmonic Harmony seperti ingin mengingatkan satu hal penting: audio mobil yang bagus bukan soal siapa paling mahal, tapi siapa paling rapi mengelola listrik, ruang, dan musikalitasnya.