C238 sejatinya lahir sebagai grand tourer.
Dua pintu.
Garis tubuh bersih.
Aura mapan yang terparkir sopan.

Tapi mobil ini memilih jalur lain.
Lebih berani secara visual.
Dan jelas, tak ingin disamakan.
Prinsipnya: silent no more.

Namanya Yura Sengkuni.
Berwarna pink.
Dengan kabin hijau.
Semuanya selaras pastel.

Dharma Arya Yudha tidak sedang mencari mobil paling rasional.
Ia mencari bentuk.
Dua pintu dengan goal: sexy funky.

Coupe ini nyaman.
Cakep luar-dalam.
Tapi bagi Dharma, “cakep” masih bisa didorong lebih jauh.
Bukan dengan cara aman.

Stance harian, sikap tidak main-main
Konsepnya jelas sejak awal: stance daily funky.
Artinya mobil ini tetap dipakai, bukan cuma dipajang.
Tapi jangan salah duga, daily di sini bukan berarti kompromi.

Fokus utama jatuh ke satu titik krusial: radius fender.
Bukan sekadar nempel ke body standar.
Bukan cuma pas-pasan.
Tapi lengket.

Depan diradius 3,5 cm.
Belakang digila-gilain sampai 8,5 cm
Pusing mikirnya.
Puyeng ngolahnya.

Tapi di situlah tantangannya muncul.
Mercedes generasi baru pakai material aluminium yang sensitif.
Salah tekan, salah panas, salah sudut: habis!
Prosesnya tidak ramah kesalahan.

Sekali meleset, bukan cuma cat yang rusak, tapi struktur.
Ini bukan kerja cepat.
Butuh kerja sabar.
Juga pemahaman akan proses.

Body wrap color bukan gimmick.
Justru jadi pernyataan.
Di atas bodi coupe E-Class yang proporsional, pink ini tidak jatuh imut.
Malah menegaskan kontrasnya.

Di sisi lain, kaki-kaki bicara lebih keras dari logo.
Masuk ke bawah, ceritanya makin serius.
Velg BBS RS2, ring 19 inci, dengan lebar 10,5 dan 12,5 inci.
Sedankan bannya: Accelera 215/35 dan 285/35.

Pendukungnya semakin gahar!
Camber kit dengan format full.
Air suspension bertiper bolt-on dari Feel Air.
Dan dikombinkasikan dengan manajemen udara AirBFT.

Ini bukan setup pamer doang.
Ini stance yang dipikirkan.
Dihitung.
Lalu dieksekusi sampai mentok.

Puas? Belum!
Dalamnya justru lebih “liar”.
Kalau luar sudah pink, dalamnya malah melawan ekspektasi.
Bukan pilihan umum, tapi sekali lagi…, ini statement Yura Sengkuni.

Interior full retrim.
Jok, dasbor, hingga plafon.
Semua dibalut hijau tosca.
Dengan motif bunga-bunga yang tersamarkan.

Bukan gaya OEM.
Bukan juga gaya luxury konservatif.
Ini terasa seperti dunia lain.
Dan entah kenapa, justru harmonis.

Tapi Dharma Arya Yudha punya cara sendiri.
Bersuara.
Tapi tahu kapan diam
Performa tidak dibiarkan standar.

Knalpot full system karya Alpino.
Valvetronic buatan GTPerformance.
Open filter titanium dari Pekajaman.
Semua dihandle oleh anak bangsa.

Luxury tidak harus selalu bisu, asal tahu etika.
Yura Sengkuni yang berani mengambil risiko visual.
Justru di situ pesonanya bekerja.


Workshop:
Concept & maintenance: Gassgang Concept @gassgang_concept
Undercarriage: Laris Understeel @laris.understeel.id
Interior: Hardy Classic @hardy__classic
Exhaust system:  GTPerformance57 @gtperformancejogja