Curah hujan tinggi masih mengguyur banyak wilayah Indonesia di awal 2026. BMKG pun kembali mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di sejumlah daerah. Buat pemilik mobil, kondisi ini membuat risiko kendaraan terendam banjir jadi ancaman nyata.
BMKG pun membagi peringatan cuaca ke beberapa level dari Waspada hingga Awas, dengan potensi hujan sangat lebat sampai ekstrem. Kombinasi hujan deras dan naiknya debit sungai membuat kawasan padat dan area dekat aliran air jadi titik rawan. Di Jakarta dan sekitarnya, pemilik kendaraan disarankan rutin memantau kondisi pintu air dan tinggi muka air sungai agar bisa mengambil langkah cepat sebelum terlambat.

Langkah paling aman saat banjir mengancam adalah mengevakuasi mobil ke lokasi yang lebih tinggi. Namun jika situasi tak memungkinkan, pemilik kendaraan dianjurkan melakukan pencegahan darurat, seperti mencabut kabel negatif aki untuk menghindari korsleting, menutup rapat seluruh pintu, serta mengeluarkan barang berharga dari dalam kabin. Menutup knalpot dan saluran udara mesin juga bisa membantu meminimalkan risiko air masuk ke mesin.
Saat mobil sudah terlanjur terendam, satu aturan emas yang wajib diingat, yaitu jangan menyalakan mesin. Mesin yang dipaksa hidup dalam kondisi terendam berisiko mengalami kerusakan serius, mulai dari korsleting listrik hingga water hammer. Pemilik mobil juga disarankan mengecek kondisi oli. Jika warnanya berubah menjadi putih seperti susu, itu tanda oli sudah tercampur air dan harus dikuras total di bengkel resmi.

Soal asuransi, pemilik kendaraan diminta lebih disiplin. Setelah banjir, langkah pertama adalah menghubungi pihak asuransi untuk pengecekan awal. Melakukan perbaikan sendiri sebelum proses klaim bisa berujung gagal klaim, sesuai ketentuan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI). Untuk pelanggan Garda Oto, layanan darurat bisa diakses melalui aplikasi myGarda atau Garda Akses 24 Jam.
Head of PR, Marcomm, & Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto, menegaskan bahwa keselamatan pelanggan jadi prioritas utama di tengah cuaca ekstrem. “Jika ada situasi darurat, pelanggan dapat langsung menghubungi Garda Siaga melalui aplikasi myGarda atau Garda Akses 24 Jam. Tim kami siap membantu kapan saja,” ujarnya. Menurutnya, kesiapsiagaan sejak dini dapat memberi rasa aman dan meminimalkan dampak kerugian akibat banjir.
Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, pemilik kendaraan diimbau tak menunda langkah antisipasi. Mulai dari memantau info cuaca, memahami risiko banjir di sekitar tempat tinggal, hingga memastikan perlindungan asuransi sudah mencakup risiko banjir. Semuanya jadi kunci agar mobil tetap aman di tengah musim hujan yang belum mau pamit. ![]()
