Transisi menuju logistik rendah emisi di Indonesia mulai masuk fase nyata. KALISTA bersama Toyota Tsusho Indonesia dan Nusatama Berkah resmi memulai uji coba truk kontainer listrik heavy duty untuk operasional logistik.

Seremoni peluncuran dilakukan di Toyota Tsusho Logistic Center, Cikarang pada 23 Februari 2026, dengan unit yang nantinya dioperasikan oleh perusahaan logistik Ray Cargo.

Program uji coba ini berlangsung sekitar tiga minggu, dengan rute distribusi utama dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju pusat logistik Toyota Tsusho di Cikarang. Tujuannya bukan sekadar menjajal performa kendaraan listrik, tapi juga menguji kesiapan model operasional logistik berbasis EV dalam kondisi nyata, mulai dari efisiensi energi, kapasitas angkut, perilaku pengemudi, hingga dampaknya terhadap pengurangan emisi karbon.

Direktur Toyota Tsusho Indonesia, Aldriani Meliala, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengurangi emisi karbon, khususnya Scope 3.

“Uji coba ini menjadi langkah nyata bersama KALISTA untuk membuktikan bahwa truk kontainer EV dapat diimplementasikan secara efektif dalam operasional logistik harian, sekaligus mendorong inovasi dan keterlibatan di sektor logistik menuju masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa perusahaan telah memanfaatkan sertifikat energi terbarukan I-REC sebagai bagian dari komitmen penggunaan energi bersih.

Dari sisi teknologi, unit yang digunakan adalah truk listrik Beiben V3 Tractor Head 6×4 dengan baterai 423 kWh. Truk ini mampu menempuh jarak hingga 200 km pada penggunaan 80% baterai, serta membawa muatan hingga 100 ton. Untuk mendukung operasional, pengisian daya dilakukan di fasilitas DC charger 320 kWh milik Nusatama yang berlokasi di depot mereka di Narogong. Selama pengujian, kendaraan juga terhubung dengan sistem IoT K-Move milik KALISTA untuk memantau performa secara real-time.

Direktur Utama KALISTA, Albert Aulia Ilyas, melihat kolaborasi ini sebagai langkah strategis mempercepat adopsi kendaraan listrik di sektor logistik nasional.

“Program uji coba ini merupakan solusi end-to-end yang kami sediakan agar pelanggan dapat melakukan penilaian menyeluruh atas implementasi unit di rute operasional nyata,” jelasnya. Ia menambahkan, inisiatif ini juga membuka peluang pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik komersial di Indonesia.

Hal senada disampaikan Presiden Direktur Nusatama, Bambang Susilo, yang menekankan pentingnya kesiapan ekosistem secara menyeluruh. Menurutnya, kolaborasi ini menunjukkan komitmen dalam mendukung percepatan transisi kendaraan listrik komersial melalui penyediaan kendaraan andal dan infrastruktur pendukung yang memadai. Dengan spesifikasi heavy duty dan dukungan operasional nyata, truk listrik kini semakin siap menjadi tulang punggung logistik masa depan.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060. Sebagai bagian dari Indika Energy Group, KALISTA sebelumnya telah berpengalaman menghadirkan bus listrik untuk Transjakarta dan mengembangkan ekosistem EV di berbagai kota seperti Medan. Kini, fokusnya mulai merambah sektor logistik berat, sektor yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang emisi terbesar, namun juga punya potensi besar untuk berubah lewat elektrifikasi.