PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) resmi membuka musim balap 2026 dengan meluncurkan skuad Yamaha Racing Indonesia pada Jumat (27/2/2026) di Jakarta. Tim ini langsung menargetkan prestasi lebih tinggi di empat kejuaraan internasional, mulai dari level dunia hingga Asia. Total ada tujuh pembalap yang akan bertarung penuh sepanjang musim, mencerminkan keseriusan Yamaha dalam membangun jalur pembinaan pembalap menuju level global.

Langkah awal musim ini langsung menghadirkan sejarah. Aldi Satya Mahendra sukses menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di ajang World Supersport. Prestasi itu diraih pada seri pembuka di Phillip Island Circuit, Australia, saat ia finis podium di race kedua dan kini menempati peringkat lima klasemen sementara bersama AS Racing Team.

“Hasil podium di seri pertama Australia memberikan spirit luar biasa. Saya sangat termotivasi untuk mengulang podium bahkan jadi juara race,” ujar Aldi.

Selain Aldi, tantangan baru juga dihadapi Arai Agaska Dibani Laksana yang naik kelas ke ajang World Sportbike bersama ProGP Niti Racing. Runner up R3 BLU CRU World Cup 2025 itu menargetkan hasil optimal di musim debutnya.

“Ini tahun perdana saya di World Sportbike. Saya ingin merealisasikan target dan berprestasi mendunia,” kata Arai, yang menargetkan tembus lima besar.

Di level Asia, Yamaha juga menaruh harapan besar pada duet Wahyu Nugroho dan Muhammad Faerozi di kelas SS600 Asia Road Racing Championship. Wahyu membidik gelar juara setelah finis keempat musim lalu, sementara Faerozi menargetkan konsistensi podium. Keduanya punya modal kuat setelah mencetak double podium di Mandalika 2025. Wahyu bahkan mendapat kesempatan tambahan tampil di All Japan Road Race Championship, memperluas jam terbangnya di level internasional.

Di kelas AP250, Candra Hermawan datang dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih tiga podium dan finis kelima klasemen akhir musim lalu. Ia kini membidik gelar juara sebagai target utama. Sementara rekan setimnya, Muhammad Fadhil Musyavi, berambisi mengulang pencapaian podium seperti yang diraihnya di Sepang. Regenerasi juga terus berjalan dengan kehadiran talenta muda Sabian Fathul Ilmi, pembalap 13 tahun yang akan tampil penuh di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship setelah tampil menjanjikan sebagai wild card tahun lalu.

Assistant General Manager CS Division YIMM, Johannes B.M. Siahaan, menegaskan keberhasilan Aldi dan pembalap lainnya membuktikan efektivitas program pembinaan Yamaha.

“Program latihan fisik dan mental yang terstruktur, pengembangan teknis berbasis data, serta kolaborasi solid antara pembalap, engineer, dan manajemen menjadi kunci. Prestasi ini bukan hasil individu, tapi kolaborasi semua pihak,” ujar Johannes.

Dengan kombinasi pembalap berpengalaman dan talenta muda, Yamaha Racing Indonesia memasuki musim 2026 dengan optimisme tinggi. Podium dunia yang sudah diraih menjadi sinyal kuat bahwa pembalap Indonesia kini makin kompetitif di level global.