Podium pertama akhirnya datang untuk Lewis Hamilton bersama Scuderia Ferrari pada balapan Chinese Grand Prix 2026 di Shanghai International Circuit, Minggu (15/3). Namun yang membuat balapan ini terasa berbeda bukan hanya hasilnya, melainkan duel internal Ferrari yang berlangsung sepanjang lomba antara Hamilton dan rekan setimnya, Charles Leclerc. Keduanya bertarung sengit memperebutkan posisi podium terakhir, menghadirkan drama yang justru memperlihatkan wajah baru Ferrari musim ini.
Sejak start, Ferrari langsung menunjukkan agresivitas. Hamilton melesat memimpin lomba, diikuti Kimi Antonelli dan Leclerc yang berhasil menyalip George Russell untuk posisi ketiga. Balapan kemudian berubah strategi ketika Safety Car keluar pada lap ke-10 akibat mobil Lance Stroll berhenti di lintasan. Para pembalap papan atas langsung masuk pit untuk mengganti ban keras dengan target menyelesaikan lomba tanpa pit stop tambahan.

Setelah restart, intensitas balapan meningkat drastis. Hamilton sempat merebut kembali posisi kedua dari Russell, tetapi keunggulan kecepatan mobil Mercedes-AMG Petronas Formula One Team membuat pembalap Inggris itu kembali turun posisi. Momen inilah yang kemudian memicu duel panjang antara Hamilton dan Leclerc, dua pembalap Ferrari yang saling menekan namun tetap menjaga batas fair play.
Dalam pertarungan yang berlangsung hampir sepanjang lomba, posisi keduanya berganti hingga hampir selusin kali. Ferrari memilih tidak mengeluarkan team order, keputusan yang jarang terlihat ketika dua mobil dari tim yang sama memperebutkan podium. Hasilnya, publik di tribun Shanghai disuguhi salah satu duel internal paling menarik musim ini.

Pada akhirnya, Hamilton keluar sebagai pemenang duel tersebut dan mengamankan posisi ketiga, hanya beberapa detik di depan Leclerc. Podium ini sekaligus menjadi yang pertama bagi Hamilton sejak bergabung dengan Ferrari, sekaligus menegaskan potensi mobil SF-26 yang mulai menunjukkan perkembangan, meskipun jarak dengan Mercedes masih cukup jauh.
Ferrari kini mengalihkan fokus ke seri berikutnya di Japanese Grand Prix di Suzuka Circuit. Balapan di Jepang akan menjadi ujian yang lebih teknis bagi mobil dan pembalap, sekaligus kesempatan bagi Ferrari untuk membuktikan bahwa duel internal di Shanghai bukan sekadar drama sesaat, melainkan tanda bahwa mereka kembali menjadi penantang serius musim ini. ![]()
