Di tengah kerasnya persaingan AMA Supercross 2026, satu sosok tampil mencuri perhatian, bukan hanya karena performa, tapi juga identitas visualnya. Malcolm Stewart, dengan rambut gondrong khas yang menjadi signaturenya, sukses menembus podium pada Putaran 11 di Ford Field. Hasil ini bukan sekadar angka, tapi simbol kebangkitan mental dan konsistensi balap di kelas premier 450SX.

Sejak awal hari, Stewart sudah menunjukkan sinyal kuat. Catatan waktu 51,894 detik menempatkannya sebagai pembalap tercepat ketiga di sesi kualifikasi. Di atas Husqvarna FC 450 Factory Edition, ritme balapnya terlihat mengalir. Tenang, presisi, dan minim kesalahan. Meski hanya finis keempat di Heat Race, fondasi untuk Main Event sudah terbentuk.

Start dari posisi lima di Main Event, Stewart tidak terburu-buru. Trek Detroit yang teknis dan cepat rusak justru dimanfaatkan untuk memainkan konsistensi. Satu per satu kesalahan rival menjadi celah, hingga akhirnya posisi ketiga berhasil diamankan. Podium pertama musim ini di kelas 450SX!

“Ini sulit setelah kami mengalami situasi yang kurang beruntung di Anaheim di awal musim,” ujar Stewart. “Saya sempat berpikir mungkin podium tidak akan datang. Tapi tim terus mendorong saya. Mereka bilang saya bisa, dan itu benar-benar membantu,” lanjutnya.

Karakter Stewart memang unik di grid. Rambut gondrongnya bukan sekadar gaya, tapi itu bagian dari identitas yang membedakan dirinya di tengah barisan pembalap dengan pendekatan serba teknis dan seragam. Di lintasan yang brutal, aura santai tersebut justru menjadi kontras yang menarik. Pembalap dengan gaya rebel, tapi disiplin dalam eksekusi.

“Treknya sangat sulit malam ini dan bisa berbahaya jika tidak fokus. Saya sangat percaya pada motor saya, itu membuat perbedaan besar. Setelah merasakan podium ini lagi, kami ingin lebih,” ungkap Stewart.

Hasil ini juga mengangkat posisi Stewart di klasemen sementara 450SX, di mana dirinya kini bertahan di peringkat kedelapan dengan enam putaran tersisa. Momentum ini menjadi penting, terutama menjelang fase akhir musim di mana konsistensi sering kali lebih menentukan dibanding kecepatan semata.