Bridgestone Indonesia mencatat milestone baru di sektor industri ban nasional. Pabrik mereka yang ada di Karawang untuk pertama kalinya berhasil meraih PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) peringkat Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk tahun penilaian 2025. Penghargaan menegaskan bahwa Bridgestone jadi produsen ban pertama di Indonesia yang mencapai level kinerja lingkungan tertinggi.
Penghargaan tersebut diumumkan di Jakarta pada 7 April 2026. Di saat yang sama, pabrik Bridgestone Bekasi juga tak kalah solid dengan meraih PROPER peringkat Hijau, indikator bahwa operasionalnya sudah melampaui standar kepatuhan regulasi lingkungan yang berlaku.
Bagi Bridgestone, capaian ini punya makna simbolik. Selain menjadi yang pertama di industri, PROPER Emas ini datang tepat di momen 50 tahun kehadiran mereka di Indonesia.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyebut penghargaan ini sebagai kado paling indah sekaligus validasi atas komitmen keberlanjutan perusahaan. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.
Dari sisi penilaian, KLH menilai Bridgestone konsisten dalam mengelola dampak lingkungan secara efektif. Mulai dari pengolahan limbah produksi, pengurangan polusi, penggunaan energi terbarukan, hingga program konservasi yang terukur. Status Emas sendiri masuk kategori beyond compliance, artinya perusahaan tak hanya patuh, tapi juga melampaui standar yang ditetapkan.
Secara teknis, pabrik Karawang jadi kunci. Mereka mengimplementasikan sistem Centralized Maintenance Energy Monitoring System (CMEMS) berbasis SCADA IoT. Hasilnya cukup konkret. Konsumsi energi berhasil ditekan dari 6,20 GWh per tahun menjadi 4,90 GWh, dengan penurunan emisi gas rumah kaca mencapai 475,92 ton CO2e per tahun. Menariknya, efisiensi ini dicapai tanpa memindahkan dampak ke proses lain alias no impact shifting.

Di luar pabrik, kontribusi Bridgestone juga menyentuh aspek sosial dan konservasi. Lewat program RISE (Reforestation, Innovation and Sanggabuana Empowerment), mereka fokus pada restorasi Hutan Sanggabuana di Jawa Barat. Salah satu langkahnya adalah menciptakan koridor pakan untuk Owa Jawa, primata langka. Program ini juga berdampak ke masyarakat, dengan 1.159 penerima manfaat, termasuk transformasi mantan pemburu liar menjadi ranger hutan, serta penciptaan nilai ekonomi hingga Rp58 juta dari hasil hutan non-kayu.
Sementara itu, pabrik Bekasi bergerak di sisi edukasi keselamatan. Melalui Road Safety School Program (RSSP) 2024 di SMPN 2 Bekasi, Bridgestone memberikan pemahaman tentang keselamatan berkendara sejak dini. Mulai dari arti rambu lalu lintas hingga perilaku pengguna jalan yang aman.
Sebagai gambaran, PROPER 2025 diikuti 5.476 perusahaan, naik 22 persen dari tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, hanya 39 perusahaan yang berhasil meraih peringkat Emas.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa PROPER kini bukan sekadar alat evaluasi, tapi sudah menjadi motor transformasi yang mendorong perusahaan untuk berinovasi dan berkontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat. ![]()
