Momentum Hari Kartini dimanfaatkan ALVA untuk menyoroti peran perempuan dalam perubahan lanskap mobilitas, khususnya lewat penggunaan motor listrik. Lewat kegiatan yang digelar di Yogyakarta pada Selasa (21/4/2026), brand ini mengangkat kisah para mitra pengemudi perempuan Grab yang kini mengandalkan motor listrik ALVA N3 sebagai kendaraan harian mereka.

Fenomena ini sekaligus mencerminkan pergeseran sosial. Profesi ojek online yang dulu identik dengan laki-laki, kini makin inklusif dan terbuka bagi perempuan. Kehadiran mereka di jalan bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menunjukkan perubahan pola pikir soal peran perempuan di sektor ekonomi dan teknologi.

“Seiring berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, semakin banyak perempuan yang mulai melihat motor listrik sebagai solusi mobilitas utama, tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga relevan secara ekonomi dan praktis untuk aktivitas sehari-hari. Kehadiran perempuan dalam industri ini juga menunjukkan adanya pergeseran pola pikir masyarakat terhadap peran perempuan yang semakin aktif, mandiri, dan berkontribusi secara ekonomi,” ujar Putu Swaditya Yudha, Chief Marketing Officer ALVA.

Tak berhenti di narasi, ALVA juga menggelar riding bersama dan workshop safety riding yang melibatkan mitra pengemudi perempuan Grab di Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi keselamatan sekaligus wadah berbagi pengalaman antar sesama driver perempuan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di jalan.

Bagi para mitra, penggunaan motor listrik juga memberi dampak langsung terhadap pekerjaan. Efisiensi biaya operasional hingga kemudahan pengisian daya menjadi faktor utama yang mendukung aktivitas harian mereka.

“Dulu mungkin orang berpikir pekerjaan sebagai mitra pengemudi merupakan pekerjaan yang lebih banyak dilakukan laki-laki. Tapi sekarang, semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran dan menjadikan ini sebagai profesi utama. Saya sendiri merasa bangga bisa menjalani pekerjaan ini dan tetap mandiri tanpa bergantung kepada orang lain. Di sisi lain, ALVA N3 juga sangat mendukung pekerjaan saya, mulai dari biaya operasional yang lebih hemat, pengisian daya yang praktis, hingga motor yang ringan dan nyaman dipakai seharian. Semua itu benar-benar membantu aktivitas saya di jalan setiap hari. Buat saya, ini adalah cara saya jadi Kartini masa kini,” ujar Shinta Agustin, salah satu mitra pengemudi perempuan Grab di Yogyakarta.

Dari sisi platform, Grab melihat tren ini sebagai sinyal positif. “Sebagai platform yang berakar di Indonesia, Grab berkomitmen untuk terus membangun ekosistem yang inklusif dan memberdayakan. Kami melihat peningkatan partisipasi perempuan sebagai mitra pengemudi sebagai sinyal positif bahwa peluang ekonomi semakin terbuka. Melalui kolaborasi dengan ALVA, kami ingin mendorong adopsi solusi mobilitas yang tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan mitra kami,” kata Halim Wijaya, Director of Grab Indonesia.

Dukungan infrastruktur juga jadi kunci. Di Yogyakarta, ALVA telah menghadirkan jaringan charging station di 18 titik strategis. Kehadiran fasilitas ini membuat pengguna motor listrik bisa beraktivitas lebih tenang tanpa khawatir soal daya baterai, sekaligus menunjang ritme kerja driver yang dinamis.

Lewat inisiatif ini, ALVA menegaskan bahwa motor listrik bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga bagian dari solusi mobilitas yang aman, efisien, dan relevan bagi perempuan pekerja. Ke depan, ALVA berencana terus memperluas edukasi serta ekosistem kendaraan listrik agar semakin banyak masyarakat, termasuk perempuan bisa merasakan manfaatnya secara langsung.