MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 membuka rangkaian perjalanannya lewat etape Toba–Samosir, Sumatera Utara, pada 17–24 April 2026.
Touring ini tidak sekadar menjadi agenda riding komunitas, tetapi juga menawarkan pengalaman eksplorasi destinasi dengan pendekatan lifestyle. Yaitu memadukan kenyamanan berkendara skutik premium, jalur menantang, dan panorama alam kelas dunia.

Sepanjang perjalanan, peserta disuguhkan rute yang bisa dibilang lengkap. Mulai dari jalanan berkelok di pinggir Danau Toba, kontur tanjakan yang menguji teknik berkendara, hingga udara pegunungan yang relatif sejuk. Setiap titik singgah dirancang sebagai destinasi unggulan, bukan hanya tempat berhenti, tetapi bagian dari pengalaman touring itu sendiri.
Ajie Gumelar, salah satu peserta, menyebut pengalaman ini sulit dibandingkan dengan touring biasa. “MAXi Tour Boemi Nusantara bukan sekadar event touring biasa. Kami benar-benar mendapatkan paket pengalaman lengkap. Skutik MAXI Yamaha nyaman untuk perjalanan jauh, fitur canggih, dan posisi berkendara tetap rileks. Jalurnya seru dengan kombinasi trek dan panorama Danau Toba yang luar biasa. Spot-spotnya juga instagramable, cocok untuk dokumentasi perjalanan,” ungkapnya.

Dari sisi rute, jalur Toba–Samosir punya potensi besar sebagai referensi touring roda dua. Selain karakter jalan yang variatif, kawasan ini juga menawarkan banyak titik istirahat yang layak, spot foto yang kuat secara visual, serta pengalaman wisata yang autentik mulai dari alam hingga budaya lokal.
Beberapa destinasi yang dilewati menjadi highlight tersendiri. Desa Meat Balige menghadirkan suasana pedesaan dengan lanskap danau yang tenang, sementara Menara Pandang Tele memberikan sudut pandang luas ke Pulau Samosir dari ketinggian. Waterfront City Pangururan tampil sebagai ikon baru dengan konsep modern, lengkap dengan area publik dan atraksi malam yang atraktif.

Rangkaian perjalanan juga mencakup Jembatan Tano Ponggol yang kini tampil lebih tertata, Bukit Holbung dengan kontur perbukitan hijau terbuka, serta Bukit Sibea-Bea yang dikenal dengan patung Yesus raksasa dan jalur menanjak yang teknis. Di tengah perjalanan, Air Terjun Efrata menjadi titik rehat alami yang menawarkan suasana lebih rileks sebelum melanjutkan riding.
Eksplorasi tidak berhenti di lanskap. Peserta juga diajak masuk ke sisi budaya lewat Kampung Ulos Hutaraja dan Kampung Adat Huta Siallagan. Pengalaman dilengkapi dengan penyeberangan ferry Ambarita–Ajibata yang memberi perspektif berbeda menikmati Danau Toba dari tengah perairan. Seluruh perjalanan ini berpuncak di kawasan Toba Kaldera, geopark yang terbentuk dari aktivitas supervolcano purba dengan karakter lanskap yang unik.

MTBN 2026 melalui etape perdananya menegaskan bahwa touring modern bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi bagaimana perjalanan itu dikurasi menjadi pengalaman. Setelah etape Sumatera Utara, rangkaian tur ini akan berlanjut ke Bengkulu sebagai destinasi berikutnya. ![]()
