ALVA makin agresif membangun ekosistem motor listriknya. Terbaru, merek ini meresmikan ALVA Studio Indy Bintaro di Tangerang Selatan, sebuah fasilitas yang bukan cuma jadi showroom, tapi juga langsung mencatatkan diri sebagai lokasi dengan charging station ALVA terbanyak di Indonesia, yakni total 21 konektor.

Bukan sekadar tempat display unit, ALVA Studio Indy Bintaro dirancang sebagai ruang pengalaman. DeepEnder bisa datang, lihat-lihat, test ride, servis, bahkan ngecas di tempat yang sama lewat Boost Charge Station. Semua dikemas dalam satu titik, tanpa harus pindah-pindah lokasi.

CEO ALVA, Purbaja Pantja, secara gamblang menyebut Tangerang Selatan sebagai pasar yang “hidup”. “Tangerang Selatan merupakan salah satu wilayah dengan mobilitas urban yang sangat dinamis. Melalui ALVA Studio Indy Bintaro, kami menghadirkan pengalaman ekosistem yang menyeluruh,” ujarnya.

Di dalamnya, seluruh lini produk ALVA bisa dijajal. Mulai dari ONE XP, CERVO Series, sampai yang paling baru N3 Next Gen. Model ini jadi highlight karena sudah pakai baterai generasi terbaru dengan garansi hingga empat tahun dan klaim jarak tempuh sampai 140 km. Soal charging, teknologi Boost Charge-nya bisa nge-push baterai dari 10% ke 50% dalam waktu kurang dari 25 menit.

Menariknya, ALVA juga mulai bermain di skema kepemilikan yang lebih fleksibel lewat program BEBAS PAS khusus N3 Next Gen. Formatnya bukan beli putus, tapi semacam subscription (berlangganan) berbasis pemakaian, mulai dari Rp 125.000 per bulan. Buat yang masih ragu masuk ke dunia motor listrik karena biaya awal, skema ini bisa jadi entry point yang lebih ringan.

Kalau ditarik lebih luas, pembukaan studio ini bukan langkah tunggal. ALVA sudah punya lebih dari 220 konektor charging di 110 lokasi, ditambah 125+ titik layanan purna jual di 40 kota. Ditambah lagi customer service dan roadside assistance 24 jam, ekosistemnya pelan-pelan mulai terbentuk. Inilah yang sebenarnya jadi kunci adopsi EV di Indonesia.

Di belakang layar, sisi manufaktur juga ikut dikuatkan. Pabrik ALVA di Cikarang sudah mengantongi Sertifikat INDI 4.0 serta standar ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015.

“Kami percaya pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi oleh kesiapan ekosistem secara menyeluruh,” tutup Purbaja.