Radiator sering dianggap komponen ‘aman’ selama mobil masih bisa jalan. Padahal, begitu bermasalah, dampaknya bisa langsung terasa ke performa mesin, bahkan berujung overheat. Di tengah cuaca yang makin ekstrem, peran radiator jadi makin krusial untuk menjaga suhu mesin tetap stabil.

Secara fungsi, radiator bekerja dengan mengalirkan cairan pendingin ke dalam mesin untuk menyerap panas, lalu membuangnya ke udara lewat kisi-kisi radiator. Proses ini dibantu kipas pendingin agar suhu tetap terkendali, terutama saat mobil tidak melaju kencang.

Masalah mulai muncul ketika sistem ini tidak bekerja optimal. Salah satu indikasi paling umum adalah cairan pendingin yang cepat berkurang. Kondisi ini biasanya mengarah pada kebocoran, baik di radiator, selang, atau sambungan yang sudah mulai aus.

Selain itu, pengguna juga perlu waspada jika menemukan tetesan air di bawah mobil setelah parkir. Banyak yang menganggap ini normal, padahal bisa jadi tanda awal kebocoran pada sistem pendingin.

Ciri lain yang sering luput adalah kondisi fisik radiator. Karat di permukaan radiator atau endapan lumpur di tutup radiator menandakan cairan pendingin sudah tidak layak pakai. Jika dibiarkan, kotoran ini bisa menyumbat aliran dan memperparah kondisi mesin.

Puncaknya, indikator suhu mesin yang naik di atas normal adalah alarm paling jelas. Dalam kondisi ini, mobil sebaiknya segera dihentikan untuk mencegah kerusakan yang lebih serius.

”Sejalan visi Life is Easy with Auto2000: Dekat, Nyaman, dan Lengkap, kami siap membantu pengecekan radiator mobil AutoFamily lewat servis berkala di bengkel atau bisa juga AutoFamily booking THS – Auto2000 Home Service, jadi bisa service nyaman di rumah atau di kantor. Selain itu, untuk memastikan cairan radiator sesuai spesifikasi dan kebutuhan mesin Toyota termasuk hybrid, selalu gunakan TMO Radiator Coolant yang dijamin asli hanya di bengkel resmi Auto2000,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.