Jimny 3-door punya wheelbase sekitar 2.250mm, sementara versi 5-door memanjang menjadi sekitar 2.590 mm. Selisihnya cukup besar untuk ukuran mobil kecil. Dari perbedaan ini, masih banyak orang mengira perbedaan keduanya hanya sebatas tambahan pintu dan kabin belakang yang lebih lega. Padahal saat diajak berkendara langsung, karakter keduanya ternyata cukup berbeda. Bahkan perbedaannya bisa langsung terasa sejak mobil mulai diajak cruising santai di dalam kota, melewati jalan bergelombang, sampai perjalanan luar kota berkecepatan tinggi.
Perbedaan utama antara Suzuki Jimny 3-door dan Suzuki Jimny 5-door yang paling terasa justru ada di karakter sasis, wheelbase, dan setting suspensinya. Efeknya, Jimny 5-door terasa lebih stabil di kecepatan tinggi. Juga lebih tenang saat jalan tol. Gejala limbung sedikit berkurang dibanding 3-door. Sedangkan Jimny 3-door jelas terasa lebih lincah, lebih pendek, dan lebih “nervous” khas short wheelbase SUV. Itulah kenapa 3-door terasa lebih fun untuk teknikal off-road atau jalan sempit, sementara 5-door lebih nyaman untuk penggunaan harian.
Penting diketahui, walau ada perbedaan panjang cukup signifikan, kedua Jimny ini masih memakai basis sasis ladder frame yang sama. Tapi jelas ada penyesuaian. Pada versi 5-door, rangka dibuat lebih panjang untuk mengakomodasi tambahan pintu dan ruang kabin belakang.

Teorinya, karena wheelbase bertambah, maka distribusi bobot berganti, titik flex sasis ikut berubah, dan wajib ada penyesuaian rigidity agar mobil tetap stabil. Jadi bukan sekadar potong-tempel bodi panjang.
Setelah urusan sasis, Suzuki melakukan penyesuaian pada suspensi. Kedua Jimny masih memakai rigid axle depan-belakang, plus 3-link suspension dengan coil spring. Dasarnya tetap sama, tapi tuning berbeda sehingga karakter suspensinya ikut pula menjadi berbeda.
Jimny 3-door lebih keras, lebih bouncing, dan lebih terasa seperti off-roader murni. Sebab bodinya pendek dan wheelbase singkat, gerakan suspensi terasa lebih agresif. Saat melewati gelombang jalan, body movement lebih terasa.
Sementara pada Jimny 5-door, Suzuki melakukan retuning pada per, damper, dan stabilitas body. Hasilnya bantingan jadi lebih “pulen”, lebih nyaman untuk penumpang belakang, dan tidak kagetan seperti versi 3-door.

Jadi wajar ya kalau DeepEnd merasakan Suzuki Jimny 5-door ini lebih cocok jadi daily car dibanding versi 3-door. Karakter suspensinya terasa lebih tenang, wheelbase panjang membuat mobil lebih stabil, dan bantingannya juga lebih dewasa untuk dipakai harian. Nuansanya bukan lagi sekadar mini off-roader yang fun, tapi mulai masuk ke arah lifestyle SUV yang nyaman diajak menikmati perjalanan santai.
Pendekatan seperti ini juga membuat Jimny 5-door terasa cocok dengan gaya hidup slow living yang sekarang mulai banyak dicari. Mobil ini bukan tipe kendaraan yang mengajak pengemudinya terburu-buru, melainkan lebih ke arah menikmati perjalanan, city cruising, short escape keluar kota, sampai sekadar mencari comfort zone saat berkendara. Ada sensasi calm dan laid back yang justru tidak terlalu terasa di Jimny 3-door karena karakter short wheelbase-nya jauh lebih liar dan playful.
Lantas bagaimana untuk diajak off-road? Dari segi artikulasi off-road ternyata punya sedikit perbedaan. Karena wheelbase lebih panjang, Jimny 5-door lebih stabil saat tanjakan, tapi breakover angle menurun. Sementara 3-door punya 3 kemampuan yaitu lebih unggul di jalur sempit, artikulasi terasa lebih liar, dan lebih mudah bermanuver di medan teknikal. Sehingga untuk tujuan off-road hardcore, banyak purist tetap lebih suka 3-door.

Namun bukan berarti Suzuki Jimny 5-door kehilangan DNA off-road khas Jimny. Saat diajak masuk ke jalur tanah, bebatuan ringan, atau trek hutan, karakter rigid axle dan ladder frame-nya masih tetap terasa kuat. Mobil ini tetap mampu memberikan sensasi off-road yang fun, terutama untuk pengguna yang ingin menikmati adventure tanpa harus masuk kategori ekstrem.
Bahkan dalam beberapa kondisi, wheelbase panjang Jimny 5-door justru memberikan kelebihan tersendiri. Mobil terasa lebih stabil saat menghadapi tanjakan atau jalur bergelombang berkecepatan rendah. Penumpang belakang juga mendapatkan kenyamanan lebih baik karena gerakan suspensinya tidak terlalu “memantul” seperti versi 3-door.
Jadi meski purist off-road mungkin masih memilih Jimny 3-door untuk medan teknikal hardcore, versi 5-door tetap punya daya tarik tersendiri sebagai off-roader yang lebih santai, lebih usable, namun tetap menyenangkan diajak bermain lumpur saat akhir pekan. Bukankah dengan 5-door, anak-anak bisa dibawa ikut serta mencoba melalui jalanan non aspal? Kebayang sih, pasti seru.
Kalau disederhanakan, sesuaikan pada tujuan utama DeepEnder. Mau dibawa kemana Jimny yang diboyong pulang ke rumah? Mau ke mal atau ke tanah lumpur? secara DNA keduanya tetap Jimny sejati karena masih memakai ladder frame dan rigid axle. Tapi karakter berkendaranya sekarang jadi berbeda cukup jauh akibat perubahan wheelbase dan tuning suspensi.
Singkatnya, Suzuki Jimny 3-door jelas lebih raw, lebih fun, lebih off-road oriented. Sedangkan Suzuki Jimny 5-door lebih stabil, lebih nyaman, lebih usable harian. ![]()
