Dunia otomotif belum pernah melihat Ferrari seperti ini sebelumnya. Ferrari Luce bukan cuma mobil listrik pertama dari Ferrari, tetapi juga menjadi eksperimen terbesar Maranello dalam mendefinisikan ulang arti sebuah Ferrari di era EV.

Banyak yang memuji keberaniannya. Banyak juga yang mengkritik habis-habisan karena dianggap terlalu mirip “Apple Car”. Tapi satu hal yang sulit dibantah, Ferrari Luce adalah salah satu mobil paling revolusioner yang pernah dibuat Ferrari.

1. Ferrari Pertama yang Murni EV
Ini adalah lompatan terbesar Ferrari dalam puluhan tahun. Selama ini Ferrari identik dengan suara V8 dan V12, sensasi mekanikal, dan karakter mesin bensin yang emosional. Namun Luce memutus semua itu total karena hadir sebagai Ferrari full electric pertama tanpa mesin bensin sama sekali. Bukan hybrid seperti LaFerrari atau SF90, tetapi EV murni. Langkah ini sangat berani karena Ferrari sebenarnya menjual “emosi mesin”. Itulah sebabnya banyak orang melihat Luce sebagai perjudian terbesar Ferrari modern.

2. “Apple Car” yang Akhirnya Jadi Nyata
Ferrari bekerja sama dengan Jony Ive dan studio LoveFrom untuk mendesain Luce. Nama Jony Ive sendiri sangat besar karena ia adalah sosok di balik desain iPhone, iMac, iPad, hingga Apple Watch. Hasilnya langsung terasa pada Luce. Desainnya minimalis, bersih, futuristis, dan sangat berbeda dibanding Ferrari tradisional yang agresif. Banyak media bahkan menyebut Luce sebagai “Apple Car yang akhirnya lahir lewat Ferrari”.

3. Melawan Tren Mobil EV yang Serba Touchscreen
Ini justru salah satu bagian paling menarik. Saat banyak mobil modern berubah menjadi “tablet berjalan”, Ferrari Luce malah kembali memakai tombol fisik. Ada switch mekanikal. Bahkan memakai dial aluminium. Sedangkan kontrol yang bisa dioperasikan dilakukan lewat sentuhan tangan tanpa harus melihat layar. Jony Ive bahkan secara terang-terangan mengatakan touchscreen bukan solusi ideal untuk mobil karena membuat pengemudi harus melihat layar saat berkendara. Pendekatan ini dianggap sebagai salah satu revolusi UX terbesar di dunia otomotif modern.

4. Interior EV yang Tetap Terasa “Emosional”
Ferrari sadar salah satu kritik terbesar terhadap mobil listrik modern adalah sensasi berkendaranya terasa terlalu digital dan dingin. Karena itu, Luce dibuat berbeda. Alih-alih mengandalkan layar sentuh besar seperti kebanyakan EV saat ini, Ferrari malah menghadirkan tombol fisik, dial aluminium, paddle metal, hingga feedback sentuhan yang terasa presisi. Semua detail itu dibuat agar pengemudi tetap merasakan koneksi dengan mobil, bukan sekadar mengoperasikan gadget beroda. Pendekatan ini membuat Luce terasa lebih hidup dan berkarakter dibanding banyak mobil listrik modern yang terlalu mengandalkan touchscreen.

5. Quad Motor 1.000 HP Lebih
Di balik desain kontroversialnya, Luce tetap Ferrari yang sangat kencang. Spesifikasinya gila! Rinciannya: empat motor independen, tenaga sekitar 1.035 hp, baterai 122 kWh, 0-100 km/jam sekitar 2,5 detik, sistem 800V, fast charging hingga 350 kW. Karena tiap roda punya motor sendiri, Ferrari bisa mengatur torque vectoring secara independen dan real-time. Secara teori, handling mobil ini bisa jauh lebih presisi dibanding Ferrari konvensional.

6. Ferrari Paling Praktis Sepanjang Masa
Kita semua tahu, Ferrari adalah dua pintu dengan dua kursi. Namun Luce justru hadir sebagai 4 pintu, 5 kursi,
kabin besar, dan jauh lebih bermanfaat dipakai harian. Ini menunjukkan Ferrari mulai mengejar segmen ultra luxury GT EV, bukan sekadar supercar akhir pekan. Banyak analis melihat Luce sebagai upaya Ferrari memperluas pasar tanpa kehilangan aura eksklusifnya.

7. Ferrari yang Memecah Internet
Tidak semua orang suka. Bahkan reaksi publik terhadap Luce sangat ekstrem, PESIMIS.  Di Reddit dan media sosial, perdebatan soal Luce sangat panas. Sebagian orang menyukai pendekatan analog dan tactilenya, sementara lainnya menganggap Ferrari kehilangan identitas. Namun justru di situlah letak terobosan terbesar Luce, Ferrari akhirnya berani keluar total dari zona nyaman mereka.

Melihat ke-7 poin tersebut, Ferrari Luce jelas bukan sekadar proyek mobil listrik biasa. Mobil ini seperti menjadi titik balik Ferrari untuk mencoba hal-hal yang sebelumnya terasa mustahil: meninggalkan mesin bensin, mengubah pendekatan desain, hingga menghadirkan pengalaman berkendara yang berbeda dari Ferrari pada umumnya.

Tidak heran jika reaksinya langsung terbelah. Ada yang menganggap Luce sebagai masa depan Ferrari, ada juga yang merasa mobil ini terlalu jauh dari identitas klasik Maranello. Namun di tengah semua kontroversi itu, satu hal yang sulit dipungkiri: Ferrari berhasil membuat dunia kembali membicarakan mereka dengan sangat serius.