Ada fenomena yang terus berulang setiap kali Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge mampir ke Kalimantan Barat. Sirkuit selalu penuh, area paddock ramai, dan ribuan warga datang sejak pagi untuk menikmati jalannya balapan. Tahun ini, giliran Kabupaten Landak yang menjadi tuan rumah dan hasilnya kembali menunjukkan betapa kuatnya budaya motor trail di wilayah tersebut.

Digelar di Sirkuit GOR Patih Gumantar pada 30-31 Mei, seri pembuka Yamaha Enduro Challenge 2026 ini berhasil menarik lebih dari 10 ribu pengunjung. Angka itu menjadi salah satu yang terbesar sepanjang penyelenggaraan event tersebut di Kalimantan Barat.

Bagi Yamaha, antusiasme itu sebenarnya bukan hal baru. Sejak pertama kali hadir di Sanggau pada 2023, lalu berlanjut ke Sintang pada 2024 dan Sambas pada 2025, Yamaha Enduro Challenge selalu mendapatkan sambutan besar dari masyarakat. Rata-rata jumlah pengunjung yang hadir setiap tahun bahkan berada di kisaran 9 ribu orang.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa pasar motor trail di Kalimantan Barat bukan sekadar soal penjualan kendaraan. Di sejumlah daerah, motor trail telah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus aktivitas komunitas yang memiliki basis penggemar sangat loyal.

Tak heran jika jumlah peserta yang turun di Landak juga meningkat. Sebanyak 152 starter tercatat ambil bagian dalam delapan kelas yang diperlombakan. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang penyelenggaraan Yamaha Enduro Challenge di wilayah Kalimantan Barat.

“Masyarakat Kalimantan Barat sangat menyukai event Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge, sudah 4 kali digelar di area itu dan selalu berlangsung meriah. Di lokasi penyelenggaraan yang bergantian tiap tahun, penonton antusias menyaksikan race dan enjoy mengikuti aktivitas-aktivitas yang disajikan. Catatan positif kali ini ada peningkatan jumlah starter Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge, dimana di Kabupaten Landak paling banyak untuk wilayah Kalimantan Barat. Line up motor trail Yamaha populer di sana sehingga ikut mendorong peserta ambil bagian menaklukan tantangan di kejuaraan ini,” kata Johannes B.M. Siahaan, Assistant General Manager CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Tahun ini Yamaha juga melakukan sedikit perubahan format. Tidak ada lagi sesi trabasan seperti edisi sebelumnya. Seluruh persaingan dipusatkan di lintasan sirkuit yang telah dirancang dengan berbagai obstacle berupa batu, kayu, serta jalur tanah berpasir.

Meski begitu, tantangan justru bertambah setelah hujan turun dan mengubah permukaan lintasan menjadi licin serta berlumpur. Kondisi tersebut membuat jalannya balapan semakin menarik karena para pembalap harus bekerja lebih keras untuk menjaga ritme dan menghindari kesalahan.

Di sisi kompetisi, pembalap nasional Dadan KR dari tim DK Racing tampil dominan. Rider asal Jawa Barat tersebut sukses meraih gelar juara umum di kelas YEC 1 WR155R Professional dan YEC 6 YZ Series Open. Sementara gelar juara umum YEC 2 WR155R Com Advance menjadi milik Fianmuh dari tim 1Shop Bikers Partner.

Namun sorotan tidak hanya tertuju pada para pembalap papan atas. Kehadiran program golden ticket membuat persaingan rider lokal ikut menarik perhatian. Tiga kroser terbaik dari Kalimantan Barat berhak mendapatkan kesempatan tampil pada seri berikutnya di Jawa Timur.

Salah satunya adalah Matbon, rider asal Sambas yang berhasil menjadi pembalap lokal terbaik sekaligus membawa pulang hadiah utama berupa Yamaha Mio M3. Di hadapan ribuan penonton tuan rumah, ia mengaku termotivasi untuk terus berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.

“Balapan berjalan seru dan menantang. Senang rasanya bisa naik podium di hadapan masyarakat Kalbar. Antusiasme mereka menjadi motivasi tambahan bagi saya untuk berprestasi. Saya bertekad tampil semaksimal mungkin di seri berikutnya bersaing dengan para kroser nasional di tanah Jawa,” ujar Matbon.

Selain menonton balapan, pengunjung juga bisa menikmati berbagai aktivitas pendukung mulai dari bazar UMKM, kontes modifikasi, sunmori, layanan servis, fun run 5K, lomba mewarnai, hingga pentas pelajar SMA dan SMK. Kombinasi inilah yang membuat event tersebut berkembang menjadi agenda otomotif sekaligus hiburan keluarga yang mampu menarik puluhan ribu pasang mata setiap tahunnya.