Muhammad Kiandra Ramadhipa kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung balap internasional. Pembalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut sukses meraih kemenangan perdananya di ajang Moto3 Junior World Championship 2026 pada putaran kedua yang berlangsung di Circuito do Estoril, Portugal, Minggu (14/6). Hasil ini sekaligus menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya sejauh ini.
Start dari posisi ketujuh hasil sesi kualifikasi tidak membuat Ramadhipa kehilangan peluang untuk bersaing di barisan depan. Sejak lampu start padam, pebalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team itu langsung menunjukkan kecepatan kompetitif dan mampu bertahan di kelompok terdepan yang terlibat pertarungan ketat sepanjang balapan.
Persaingan di Estoril berlangsung dalam format balapan 16 lap yang diikuti 36 pebalap muda dari 16 negara. Start dari grid ketujuh setelah mencatat waktu terbaik 1 menit 43,818 detik pada sesi Q2, Ramadhipa tidak langsung memaksakan diri mengejar posisi terdepan. Pebalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team itu memilih menjaga ritme di dalam kelompok utama yang sejak lap awal terlibat pertarungan sangat rapat. Aksi saling salip nyaris terjadi di setiap sektor, membuat selisih antarpembalap terdepan hanya terpaut beberapa persepuluh detik.
Karakter Sirkuit Estoril yang memiliki kombinasi tikungan cepat dan area pengereman keras membuat slipstream menjadi faktor penting. Dalam kondisi tersebut, Ramadhipa tampil sabar dan fokus menjaga momentum keluar tikungan. Strategi itu terbukti efektif karena ia mampu menghindari duel yang terlalu berisiko pada fase awal sekaligus menjaga kondisi ban untuk paruh kedua balapan. Saat beberapa rival mulai kehilangan ritme, pebalap asal Sleman itu perlahan mulai merangsek ke depan.
Memasuki lap kedelapan, Ramadhipa mulai menunjukkan kecepatannya. Setelah sempat turun hingga posisi keenam akibat ketatnya persaingan grup depan, ia berhasil kembali menembus tiga besar melalui serangkaian manuver bersih di area pengereman dan exit corner. Sejak saat itu namanya konsisten berada dalam perebutan podium bersama Travis Borg, Kiattisak Singhapong, Carlos Cano, Fernando Bujosa, dan Giulio Pugliese yang bergantian memimpin jalannya lomba.
Memasuki lap-lap akhir, pertarungan semakin intens. Ramadhipa beberapa kali terlihat memanfaatkan keunggulan akselerasi motor Honda NSF250RW miliknya untuk tetap berada dalam jangkauan para pemimpin lomba. Kemampuannya menjaga kecepatan di sektor terakhir menjadi salah satu kunci yang membuatnya tetap berada dalam kelompok perebutan kemenangan hingga lap penentuan.
Drama mencapai puncaknya pada lap terakhir. Saat memasuki tikungan pertama, Ramadhipa masih berada di posisi ketiga. Namun berbeda dengan banyak pebalap yang memilih bertahan demi mengamankan podium, ia justru mengambil pendekatan agresif. Dalam beberapa tikungan berikutnya, ia berhasil naik ke posisi kedua sebelum melancarkan serangan terakhir yang membawanya mengambil alih pimpinan lomba.
Tantangan sesungguhnya datang setelah berhasil memimpin. Di Moto3 Junior, keunggulan beberapa meter sering kali bisa hilang dalam satu kali slipstream di lintasan lurus. Karena itu, Ramadhipa harus memastikan tidak membuka celah bagi para rival untuk melakukan serangan balasan pada sektor terakhir. Dengan tetap menjaga racing line dan momentum keluar tikungan, ia mampu mempertahankan posisi hingga garis finis.
Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa mengingat ini merupakan musim debut Ramadhipa di Moto3 Junior World Championship. Dari posisi start ketujuh hingga finis pertama, ia menunjukkan kombinasi kecepatan, pengelolaan ban, kemampuan membaca jalannya balapan, serta ketenangan dalam mengambil keputusan pada momen paling krusial. Faktor-faktor itulah yang membedakan seorang pebalap cepat dengan seorang kandidat juara
Kemenangan ini memiliki arti penting bagi dunia balap Indonesia. Ramadhipa menjadi pebalap Indonesia pertama yang mampu meraih kemenangan di dua ajang berbeda pada level MotoJunior, yakni Red Bull Rookies Cup dan Moto3 Junior World Championship. Sebuah pencapaian yang menunjukkan perkembangan signifikan dalam karier balapnya di Eropa.
Tambahan 25 poin dari Estoril membuat Ramadhipa kini mengoleksi 51 poin dan menempati posisi kedua klasemen sementara Moto3 Junior World Championship 2026. Dengan selisih hanya tujuh poin dari pemuncak klasemen, peluang untuk terus bersaing dalam perebutan gelar juara musim ini masih terbuka lebar menjelang putaran berikutnya di Jerez, Spanyol. ![]()
