Putaran ketiga Kejuaraan Nasional Motocross 2026 di Sirkuit Cambora, Sumedang, Jawa Barat, akhir pekan lalu menjadi panggung milik Ducati MX Team Indonesia. Tim tersebut pulang dengan hasil nyaris sempurna berkat penampilan dominan Diva Ismayana.

Pembalap andalan Ducati itu berhasil menyapu bersih seluruh sesi yang dijalani. Setelah menjadi yang tercepat di Qualifying Race, Diva melanjutkan performa impresifnya dengan memenangkan Race 1 dan Race 2. Hasil tersebut membuatnya mengantongi poin sempurna, yakni 50 poin, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan papan atas Kejurnas Motocross 2026.

Pada Race 1, Diva langsung mengambil alih pimpinan balapan sejak lap pertama dan mampu menjaga ritmenya hingga pertengahan lomba. Tekanan sempat datang dari pembalap Thailand, Witsarut Salangam, yang juga mengendarai Ducati Desmo450 MX dan terus membayangi dari posisi kedua.

Persaingan mulai memanas ketika Delvintor Alfarizi berhasil melewati Witsarut dan mulai mengejar Diva. Namun pembalap Ducati tersebut tetap tampil tenang dan konsisten. Tanpa melakukan kesalahan berarti, ia mampu menjaga jarak hingga bendera finis dikibarkan dan mengamankan kemenangan pertamanya pada hari itu.

Sementara itu, rekan setimnya, Hilman Maksum, memulai Race 1 dari posisi kelima. Ia terlibat duel dengan Muhammad Excel dalam perebutan posisi keempat sebelum akhirnya berhasil mengamankan posisi tersebut hingga garis finis.

Drama sesungguhnya terjadi pada Race 2. Sejak start, Diva kembali memimpin balapan, tetapi kali ini langsung mendapat tekanan dari Delvintor Alfarizi. Keduanya terlibat pertarungan sengit sepanjang lomba, sementara Witsarut terus mengintai dari posisi ketiga.

Beberapa kali Delvintor mencoba mencari celah untuk melakukan overtake melalui berbagai racing line. Namun Ducati Desmo450 MX yang ditunggangi Diva mampu memberikan akselerasi keluar tikungan yang efektif sehingga posisi terdepan tetap terjaga. Duel keduanya menjadi salah satu sajian paling menarik sepanjang akhir pekan di Sirkuit Cambora.

Momen penentuan terjadi di tikungan terakhir sebelum garis finis. Delvintor melancarkan upaya terakhir untuk merebut posisi pertama, tetapi Diva mampu mempertahankan racing line-nya dengan baik dan memastikan kemenangan Race 2 setelah melewati garis finis di posisi terdepan.

“Saya sangat bersyukur bisa meraih kemenangan sempurna di Qualifying Race, Race 1, dan Race 2 tentu bukan hal yang mudah karena persaingan sangat ketat. Delvintor dan Witsarut terus memberikan tekanan hingga lap terakhir, terutama di Race 2. Saya hanya berusaha tetap tenang, fokus dengan strategi yang sudah disiapkan tim, dan memaksimalkan performa Ducati Desmo450 MX sampai garis finis. Terima kasih untuk seluruh kru tim dan semua pihak yang selalu mendukung saya,” kata Diva Ismayana.

Di sisi lain, Hilman kembali menunjukkan konsistensinya pada Race 2. Meski sempat kehilangan banyak posisi akibat start yang kurang ideal, ia mampu merangsek ke depan dan terlibat pertarungan dengan Farhan Hendro serta Muhammad Excel. Hilman akhirnya kembali finis di posisi keempat, membuatnya mengumpulkan total 36 poin dari dua balapan utama.

“Dua kali finis di posisi keempat memang belum sesuai target, tetapi saya melihat banyak hal positif dari balapan kali ini. Di Race 2 saya harus berjuang dari posisi belakang setelah start yang kurang maksimal, namun perlahan saya coba kejar. Saat balapan, saya sempat mengalami keram di tangan, mungkin karena saya kurang enjoy, kurang rileks, dan terlalu tegang, namun saya tetap berusaha konsisten dan akhirnya bisa finis di posisi empat,” ujar Hilman Maksum.

Bagi Ducati MX Team Indonesia, hasil di Sumedang tidak hanya berbicara soal kemenangan. Tim melihat pencapaian tersebut sebagai bagian dari upaya membangun fondasi kompetitif jangka panjang di ajang motocross nasional.

“Bagi kami, kemenangan di Sumedang bukan sekadar soal meraih podium tertinggi. Yang lebih penting adalah membangun sebuah standar bahwa Ducati MX Team Indonesia hadir dengan budaya kerja, persiapan, dan mentalitas juara. Fokus kami adalah menciptakan ekosistem di mana pembalap, kru, dan seluruh tim berkembang bersama,” ungkap Johny Pranata, Team Manager Ducati MX Team Indonesia.

Ia menambahkan, “Hal ini memvalidasi bahwa arah yang kami pilih sudah benar. Ducati MX Team Indonesia sedang membangun sebuah program jangka panjang, yang mampu menjadi tolok ukur profesionalisme dan performa di motocross Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa Ducati Desmo450 MX dapat bersaing di level tertinggi secara konsisten.”