DesertX V2 menjadi bentuk penyempurnaan Ducati di segmen adventure off-road. Motor ini tidak sekadar mendapat pembaruan tampilan, melainkan dirancang ulang berdasarkan pengalaman panjang pabrikan asal Borgo Panigale ini dalam menghadapi medan ekstrem di berbagai belahan dunia.

Pengembangan DesertX V2 melibatkan pelajaran yang diperoleh dari ajang seperti Erzbergrodeo di Austria, Rally of Albania, Transanatolia, hingga NORRA Mexican 1000 Rally yang melintasi ribuan kilometer gurun di Meksiko. Semua pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi motor yang lebih tangguh, lebih mudah dikendalikan, dan lebih siap diajak bertualang.

Mesin dan Performa

Ubahan terbesar terdapat pada penggunaan mesin Ducati V2 terbaru berkapasitas 890 cc. Mesin dua silinder ini menjadi salah satu mesin V-Twin paling ringan yang pernah diproduksi Ducati.

Tenaganya mencapai 110 hp pada 9.000 rpm dengan torsi puncak 92 Nm pada 7.000 rpm. Ducati lebih menekankan pada karakter tenaga yang merata sejak putaran bawah berkat teknologi Intake Variable Timing (IVT).

Karakter tersebut membuat DesertX V2 tetap nyaman digunakan saat menjelajah jalur teknikal yang membutuhkan kontrol gas presisi, sekaligus tetap menyenangkan ketika melaju cepat di jalan raya.

Menariknya lagi, Ducati mengklaim interval pemeriksaan celah katup mencapai 45.000 km, sementara penggantian oli dilakukan setiap 15.000 km atau dua tahun sekali.

Sasis dan Kaki-Kaki

Ducati mengembangkan rangka monokok baru yang menggunakan mesin sebagai bagian struktural sekaligus rumah sistem airbox. Solusi ini membuat desain menjadi lebih ringkas dan meningkatkan kekakuan rangka.

Di belakang, DesertX V2 tetap mempertahankan subframe trellis khas Ducati yang dirancang agar mudah diakses saat perawatan. Sementara lengan ayun aluminium dibuat khusus untuk menghadapi berbagai tantangan medan off-road.

Suspensi depan menggunakan shockbreaker upside down KYB berdiameter 46 mm dengan travel mencapai 230 mm. Di belakang terdapat monoshock KYB dengan travel 220 mm yang telah dilengkapi sistem linkage progresif untuk meningkatkan kenyamanan dan traksi.

Kombinasi roda jari-jari tubeless 21 inci di depan dan 18 inci di belakang mempertegas karakter adventure sejati. Ban standar yang digunakan adalah Pirelli Scorpion Rally Street yang mampu mengakomodasi kebutuhan on-road maupun off-road.

Ergonomi

DesertX V2 juga mendapat perhatian besar pada sektor ergonomi. Tangki bahan bakar polimer berkapasitas 18 liter kini dibuat lebih ramping dan ringan dibanding sebelumnya.

Desain tersebut memudahkan pengendara berpindah posisi tubuh saat berdiri di atas footstep ketika melintasi jalur tanah. Distribusi bahan bakar yang ditempatkan lebih rendah juga membantu menurunkan titik gravitasi motor sehingga lebih mudah dikendalikan.

Posisi footpeg dipindahkan ke belakang, sementara stang dan jok bergeser ke depan. Hasilnya adalah posisi berkendara yang lebih tegak dan nyaman baik saat touring maupun saat menghadapi medan berat.

Bagi pengendara yang memiliki postur lebih pendek, Ducati menyediakan opsi jok rendah dan kit suspensi khusus yang memungkinkan tinggi jok turun dari 880 mm menjadi sekitar 840 mm.

Sistem Elektronik

Di balik tampilannya yang siap bertualang, DesertX V2 dibekali paket elektronik yang sangat lengkap.

Sistem berbasis IMU enam sumbu mengatur berbagai fitur keselamatan dan performa seperti Cornering ABS, Ducati Traction Control, Ducati Wheelie Control, serta Engine Brake Control.

Tersedia enam riding mode yang mencakup Sport, Touring, Urban, Wet, Enduro, dan Rally. Dua mode terakhir dirancang khusus untuk penggunaan off-road dan dapat disesuaikan lebih lanjut sesuai kebutuhan pengendara.

Fitur Ducati Quick Shift 2.0 generasi terbaru juga hadir untuk menghadirkan perpindahan gigi yang lebih cepat dan presisi. Ducati bahkan menghilangkan sensor eksternal sehingga sistem menjadi lebih tahan terhadap benturan, debu, maupun lumpur.

Seluruh informasi ditampilkan melalui panel instrumen TFT 5 inci yang menawarkan beberapa tampilan berbeda sesuai kebutuhan berkendara, termasuk mode Rally yang menghadirkan fungsi layaknya instrumen navigasi.

Melihat berbagai perubahan yang dibawa, sulit menyebut DesertX V2 sebagai sekadar penyegaran model. Ducati melakukan revisi besar hampir di seluruh aspek motor, mulai dari mesin, sasis, ergonomi, hingga teknologi elektronik.

Hasil akhirnya adalah motor adventure yang tetap mempertahankan karakter sporty khas Ducati, namun kini tampil lebih matang untuk diajak menjelajah jalan raya, pegunungan, jalur berbatu, hingga lintasan gurun dalam satu paket yang sama.