Bandung kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu barometer kultur kreatif Indonesia. Akhir pekan lalu (113-14/6/2026), Yamaha CLASSY Modifest 2026 hadir di Kota Kembang dengan format yang sedikit berbeda lewat kolaborasi bersama BBQ Ride, festival kustom kultur yang telah menjadi bagian dari ekosistem kreatif Bandung sejak 2013.

Kolaborasi tersebut membuat CLASSY Modifest tidak hanya berbicara soal modifikasi motor. Acara ini justru berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai elemen lifestyle, mulai dari otomotif, fashion, musik, hingga kultur urban yang selama ini tumbuh kuat di Bandung.

Menurut Fitri Agustadhi, Chief Yamaha DDS 2 Jawa Barat, karakter kreatif Bandung dinilai selaras dengan semangat yang dibawa lini Classy Yamaha, yakni Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid. Keduanya diposisikan bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga medium ekspresi gaya hidup penggunanya.

“Bandung memiliki karakter yang kuat sebagai kota kreatif yang melahirkan berbagai tren, komunitas, dan pelaku industri lifestyle. Semangat tersebut selaras dengan Yamaha CLASSY Modifest, sehingga kolaborasi bersama BBQ Ride dan berbagai brand kalcer menjadi langkah yang tepat untuk menghadirkan sebuah platform yang tidak hanya menampilkan kreativitas modifikasi, tetapi juga menghubungkan otomotif dengan fashion, musik, dan kultur urban,” ujar Fitri.

Dari sisi modifikasi, Bandung memperlihatkan tren yang berbeda dibanding seri sebelumnya di Surabaya. Konsep Rally Sport Vintage menjadi tema yang paling banyak muncul, memadukan nuansa motorsport klasik dengan sentuhan petualangan modern yang saat ini cukup populer di kalangan anak muda.

Pada kategori Yamaha Grand Filano Hybrid, penghargaan Best of The Best diraih Erick Changger lewat konsep Japanese Retro Style. Modifikasi tersebut terinspirasi dari budaya commuting masyarakat Jepang dengan kombinasi warna lembut, aksen krom, serta berbagai aksesori fungsional yang tetap mempertahankan karakter harian motor tersebut.

“Yamaha Grand Filano Hybrid punya desain yang sudah classy sejak awal, sehingga saya hanya perlu menambahkan sentuhan Japanese Retro Style untuk memperkuat karakter klasiknya tanpa mengurangi kenyamanan dan fungsi sebagai motor harian,” kata Erick.

Sementara itu, gelar Best of The Best untuk kategori Yamaha Fazzio Hybrid jatuh kepada Rudi Ismail. Ia mengusung konsep Mooneyes Style yang mengambil inspirasi dari kultur kustom Amerika. Hasilnya adalah Fazzio dengan tampilan yang lebih unik dan kuat secara visual, namun tetap mempertahankan aspek kenyamanan serta fungsi penggunaan sehari-hari.

“Yamaha Fazzio Hybrid sangat fleksibel untuk dimodifikasi. Konsep Mooneyes Style saya pilih karena mampu menghadirkan karakter yang kuat dan berbeda dari yang lain, namun tetap nyaman dan fungsional untuk digunakan sehari-hari,” ujar Rudi.

Tidak hanya dipenuhi motor modifikasi, area acara juga diramaikan sejumlah brand yang dekat dengan kultur alternatif Bandung seperti Pickers Service x Mooneyes, Riders And Rules, Maisonmoto Supply, dan Riders Inc. Kehadiran mereka memperkuat posisi CLASSY Modifest sebagai ruang kolaborasi lintas industri kreatif.

Salah satu momen yang cukup menarik perhatian datang dari kolaborasi Yamaha dengan Burgerkill yang tahun ini merayakan ulang tahun ke-31. Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti Arcade Game Challenge, lifestyle sport, hingga penampilan komunitas Yamaha Youth Community (Y2C) Jawa Barat.