Awalnya mobil ini dibeli bukan untuk proyek modifikasi, melainkan membantu biaya rumah sakit pemilik sebelumnya. Bahkan rencananya hanya dirapikan lalu dijual kembali. Namun sebuah jok Recaro LX Artista yang menganggur menjadi titik awal lahirnya proyek yang kemudian berkembang jauh lebih serius.
Dari situ muncul cerita yang menarik!
Rizky bukan membangun mobil karena sudah punya konsep sejak awal, tetapi konsepnya justru lahir selama proses berjalan. Dalam psikologi dan teori kreativitas, istilah yang cukup dekat dengan perilaku tersebut adalah Serendipity. Menemukan sesuatu yang berharga tanpa sengaja ketika sebenarnya sedang melakukan hal lain.


Kelanjutannya…, perlu dipahami dengan lugas.
Bahwa bukan soal barang mahal.
Tapi soal barang yang tepat.

Pemilik nama lengkap Rizky Herdiansyah ini tidak mengejar daftar part mahal atau rare semata. Targetnya sederhana, “Semua orang harus bilang mobil ini lucu.” Maka goalnya bukan dipenuhi branded parts, melainkan cukup dengan menghadirkan setiap detail yang terasa tepat.

Mulai dari Recaro LX, steering Recaro by Momo, soundbar Wagon R, climate control JDM, hingga electric mirror Wagon R. Semuanya dipilih agar saling mendukung tanpa membuat mobil terlihat berlebihan. Manun apakah berlebihan secara kuantitas sehingga terlihat berdesak-desakan? Jelas tidak.
Menariknya, anak Bandung ini tidak ingin menghilangkan identitas Karimun DX 2003. Sebab, “OEM+ JDM pada Karimun akan tetap terlihat Karimun,” ungkap Rizky.
Pada eksterior hanya ada sentuhan ringan seperti electric mirror Wagon R JDM, fog lamp Wagon R + PIAA, roof rack dan roof basket dengan label Thule, serta velg DTM Disc 15 inci. Cobalah DeepEnder perhatikan, berbekal segenap dressed-up parts itu, karakter asli Karimun tetap dipertahankan sehingga orang masih langsung mengenali mobilnya. Apa benang merahnya? Komponen itu tiada melebihi batas dimensi, melainkan berfokus pada fungsi dan kegunaan.
Namun…, mata awam akan mudah tertipu dengan tampilan Karimun ini. Mobil ini sebenarnya penuh detail, tetapi banyak yang tidak langsung terlihat. Contohnya soundbar Wagon R, cup holder JDM dan climate AC JDM. Kalau tidak diteliti, ya tidak ketemu bedanya.


Soundbar itu tersembunyi di atas kepala penumpang belakang. Cup holder itu pun sama warna dan teksturnya. Pun begitu pada climate AC. Sedangkan lampu kabin full LED Osram, lampu spidometer LED, serta penyimpanan dan aksesoris interior khas kei car Jepang, hanya bisa diketahui oleh orang yang paham akan Karimun. Bagi yang awam, ini seperti refreshment belaka.

Semakin diperhatikan, semakin banyak detail yang ditemukan.
Semakin dilihat, semakin banyak ceritanya.
Kesimpulannya, modifikasi Karimun ini adalah tentang “The Art of Subtle Details”. ![]()
Workshop:
F*ck Wheel Dude @willy_fwd
Data Mods:
Recaro LX Artista seats, Recaro by Momo steering wheel, Hella A-pillar lights, Osram full LED interior lighting, JDM climate control, Kenwood head unit with Bluetooth injection, JDM cup holder, JDM Wagon R Wide soundbar, DTM Disc wheels 15×7 ET38 PCD100, Falken 165/50 tyres, JDM Wagon R electric mirrors, JDM Wagon R fog lamps with PIAA bulbs, JDM license plate frame, Thule WingBar Edge roof rack, Thule Canyon XT roof basket, Philips Ultinon Rally 350 LED headlamps and tail lamps


















