Setelah Jakarta dan Medan, Semarang jadi kota ketiga yang disinggahi BYD dalam rangkaian Tech Culture Fest (TCF) 2026. Bagi pabrikan asal Tiongkok tersebut, Jawa Tengah merupakan wilayah yang mulai menunjukkan peran penting dalam pertumbuhan kendaraan energi baru di Indonesia.

Digelar di Gajahmada Plaza, Simpang Lima, BYD Tech Culture Fest 2026 menggabungkan pameran teknologi kendaraan listrik, pengalaman berkendara langsung, hingga sentuhan budaya lokal. Pendekatan ini dipilih untuk membawa diskusi soal elektrifikasi lebih dekat ke kehidupan sehari-hari masyarakat, alih-alih hanya menampilkan deretan mobil di area pameran.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan adopsi kendaraan energi baru yang cukup pesat. Menurutnya, lebih dari 1.600 kendaraan BYD telah digunakan di Jawa Tengah dengan kontribusi hampir 40 persen pangsa pasar EV di wilayah tersebut.

“Kami melihat Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah yang paling dinamis dan berkembang pesat di Indonesia, sekaligus menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam adopsi kendaraan energi baru. Saat ini, lebih dari 1.600 kendaraan BYD telah digunakan di Jawa Tengah dan mewakili hampir 40% pangsa pasar EV di wilayah ini,” ujar Eagle Zhao.

Nuansa lokal juga cukup terasa dalam pembukaan acara. BYD menghadirkan pertunjukan Wayang Orang, permainan Bonang, hingga prosesi pemukulan gong tradisional sebagai bagian dari identitas Semarang yang dibawa ke dalam festival teknologi tersebut.

Di area Technology Zone, pengunjung bisa melihat lebih dekat teknologi yang selama ini menjadi fondasi produk BYD, mulai dari Blade Battery, e-Platform, hingga sistem Dual Mode (DM). Kehadiran product expert di lokasi memungkinkan pengunjung menggali cara kerja teknologi tersebut, termasuk aspek efisiensi, keamanan, performa, dan fleksibilitas penggunaan.

Salah satu atraksi yang paling menyita perhatian adalah Monster Track. Area ini dirancang menyerupai lintasan off-road dengan tanjakan curam, jalur bergelombang, hingga wahana jungkat-jungkit. Di sini pengunjung dapat mencoba langsung kemampuan DENZA B5 dalam menghadapi berbagai simulasi medan ekstrem.

Sementara itu, area test drive memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menjajal sejumlah model BYD dalam kondisi berkendara sehari-hari. Beberapa kendaraan yang tersedia antara lain BYD M6 DM, BYD M6, Dolphin, Seal, Sealion 7, dan Atto 3.

Bersamaan dengan festival tersebut, BYD juga mengumumkan hasil BYD M6 DM Media Challenge Semarang. Dalam pengujian yang menempuh rute Semarang–Salatiga–kawasan kaki Gunung Merbabu–Semarang dengan jarak sekitar 150 kilometer, peserta mencatat biaya penggunaan kendaraan mulai dari Rp188 per kilometer, Rp221 per kilometer, hingga Rp224 per kilometer.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyebut hasil tersebut menunjukkan potensi efisiensi teknologi Dual Mode dalam penggunaan nyata.

“Hasil uji coba menunjukkan capaian yang cukup luar biasa, dimana biaya penggunaan kendaraan tercatat berada pada kisaran Rp188 hingga Rp224 per kilometer, dengan konsumsi bahan bakar kurang dari 1 liter sepanjang perjalanan,” kata Luther.